JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM – Relawan Listrik Nasional (Re-LUN) menyoroti pelaksanaan proyek Advanced Metering Infrastructure (AMI) PT PLN (Persero) yang dinilai berbiaya besar dan berpotensi berdampak pada penurunan keandalan sistem kelistrikan nasional.
Koordinator Nasional Re-LUN, Teuku Yudhistira, menyebut proyek digitalisasi meter listrik tersebut pada dasarnya merupakan program modernisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan konsumsi listrik.
Namun, ia menilai implementasinya perlu diawasi lebih ketat karena menyangkut struktur investasi jangka panjang PLN.
Baca Juga : Pemadaman Listrik di Sumatera Picu Sorotan, Proyek 500 kV Dinilai Lambat
“Secara konsep bagus, tetapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana struktur pembiayaan dan dampaknya terhadap prioritas pemeliharaan jaringan listrik,” ujarnya Kamis Malam (18/6/26) di Jakarta.
Re-LUN menilai besarnya nilai investasi proyek AMI yang mencapai triliunan rupiah perlu dikaji ulang secara terbuka, terutama terkait skema pembiayaan jangka panjang yang dinilai berpotensi menambah beban biaya operasional perusahaan.
Selain itu, Re-LUN juga menyoroti adanya indikasi pergeseran prioritas anggaran, di mana porsi investasi digitalisasi dinilai lebih dominan dibandingkan penguatan dan pemeliharaan infrastruktur jaringan listrik.
“Jika keseimbangan ini tidak dijaga, maka risiko gangguan sistem akan meningkat karena infrastruktur fisik tidak mendapat porsi pemeliharaan yang memadai,” kata Yudhistira.
Re-LUN juga meminta dilakukan audit independen terhadap pelaksanaan proyek AMI, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, kualitas perangkat, serta efektivitas implementasi di lapangan.
Baca Juga : Krisis Listrik Sumut Berulang, Re-LUN Desak Evaluasi Kinerja Dirut PLN Jelang RUPS
Mereka menyebut masih ditemukan sejumlah kendala teknis pada perangkat meteran pintar di beberapa wilayah, seperti ketidakakuratan data dan gangguan sistem, yang dinilai perlu segera diperbaiki agar tidak mengganggu layanan kepada pelanggan.
“Modernisasi seharusnya memperkuat sistem, bukan justru menambah masalah baru di lapangan,” tambahnya.
Re-LUN menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam setiap proyek strategis sektor ketenagalistrikan, mengingat dampaknya langsung terhadap masyarakat luas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN belum memberikan keterangan tambahan terkait sorotan tersebut. (*)

