PMKRI Makassar–Salatiga Hidupkan Gerakan Literasi Lewat Bedah Buku Stand Strong

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar berkolaborasi dengan PMKRI Cabang Salatiga menggelar bedah buku Stand Strong karya motivator dunia Nick Vujicic, Kamis (13/8/26).

Kegiatan yang berlangsung secara offline di Margasiswa PMKRI Makassar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi, refleksi, dan berpikir kritis di kalangan kader mahasiswa.

Kolaborasi lintas cabang tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen PMKRI sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan untuk terus mendorong kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan literasi dan daya refleksi yang kuat di tengah perkembangan era digital.

PPO PMKRI Cabang Makassar mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk membangun ruang pertukaran gagasan antarcabang.

Baca Juga : Wujudkan Organisasi Berintegritas, PMKRI Cabang Makassar Gelar RUA

“Kami ingin literasi tidak berhenti di ruang diskusi internal. Dengan berkolaborasi antara Makassar dan Salatiga, kita saling memperkaya perspektif. Buku Stand Strong kami pilih karena sangat relevan dengan mentalitas kader hari ini,” ujarnya.

Perwakilan PMKRI Cabang Salatiga, DAX PHPT Salatiga, menilai buku karya Nick Vujicic memiliki pesan moral yang kuat, khususnya mengenai ketahanan mental, cara menghadapi perundungan atau bullying, kegagalan, serta bagaimana menemukan kekuatan di tengah keterbatasan dan belajar menerima diri.

Nick Vujicic yang lahir tanpa tangan dan kaki melalui kisah hidupnya mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak semata-mata berasal dari kondisi fisik, tetapi dari keteguhan hati, iman, dan keberanian untuk terus bangkit menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, demisioner PPO PMKRI Makassar, Nofensius, menekankan pentingnya menghubungkan nilai-nilai dalam buku tersebut dengan realitas kehidupan dan perjuangan mahasiswa Katolik.

Dalam diskusi, peserta diajak merefleksikan sejumlah nilai utama, di antaranya ketahanan menghadapi tekanan akademik, sosial, maupun dinamika organisasi; pentingnya membangun sikap inklusif dan empati serta berani melawan praktik bullying; serta menjadikan iman sebagai salah satu fondasi dalam menghadapi keterbatasan dan tantangan kehidupan.

Baca Juga : DPC PMKRI Cabang Makassar Periode 2023-2024 Resmi Dilantik

Forum tersebut diikuti kader PMKRI Makassar dan PMKRI Salatiga dengan antusias. Diskusi berlangsung interaktif dan diwarnai sharing pengalaman pribadi peserta, terutama mengenai proses menghadapi kegagalan, tekanan, serta upaya untuk bangkit dari keterpurukan.

Melalui kegiatan ini, PMKRI Makassar dan PMKRI Salatiga berharap kolaborasi literasi lintas cabang dapat menjadi inspirasi bagi cabang-cabang PMKRI lainnya di Indonesia.

“Literasi adalah napas pergerakan. Dari Makassar untuk Indonesia, dari Salatiga untuk Indonesia. Kita ingin kader PMKRI tidak hanya aktif di jalan, tetapi juga kuat dalam literasi dan refleksi,” ungkap panitia pelaksana.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan forum bedah buku lintas cabang sebagai salah satu langkah strategis dalam membangun budaya literasi dan memperkuat kapasitas intelektual kader PMKRI ke depan. (*)

Komentar