MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sulawesi Selatan mengecam aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap seorang kader Ansor Banser Kota Makassar yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol).
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Mawas, Makassar, Sabtu (19/9/2026) malam. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian lengan hingga harus mendapat 17 jahitan dan menjalani perawatan medis.
Ketua PW GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf, meminta kepolisian segera mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan serta menangkap pelaku untuk diproses sesuai hukum.
“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang menimpa kader kami. Tidak boleh ada kekerasan dengan senjata tajam di ruang publik. Kami meminta aparat segera mengungkap pelaku dan memastikan korban mendapatkan perlindungan serta keadilan,” tegasnya.
Baca Juga : Irfandi Tak Lagi di Kepengurusan PW GP Ansor Sulsel, Digantikan Melalui Mekanisme PAW
Ridwan juga meminta aspek keamanan dan ketertiban di kawasan publik menjadi perhatian serius. Jika penyelidikan menemukan adanya keterlibatan juru parkir ilegal atau praktik parkir liar sebagaimana informasi yang beredar, pihak terkait diminta melakukan penertiban sesuai kewenangan.
Menurutnya, pengelolaan dan pengawasan parkir juga perlu dievaluasi agar tidak menjadi pemicu konflik maupun mengancam keselamatan masyarakat.
PW GP Ansor Sulsel bersama PC GP Ansor Kota Makassar dan LBH Ansor akan memberikan pendampingan kepada korban serta mengawal proses hukum kasus tersebut.
Ridwan mengimbau seluruh kader Ansor-Banser dan rekan-rekan ojol tetap tenang serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami percaya pada proses hukum. Namun, ketenangan bukan berarti diam. Kami akan mengawal kasus ini secara kelembagaan agar ditangani secara adil, transparan dan tuntas,” pungkasnya. (*)

