PAREPARE, KORANMAKASSAR.com — Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) sekaligus Musyrif MBS Enrekang, Mustamin, meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Parepare, Selasa (6/10/2026).
Dalam disertasinya berjudul “Pengelolaan dan Pemberdayaan Zakat terhadap Pendidikan Agama Islam: Studi Evaluatif Mustahik BAZNAS Kabupaten Enrekang”, Mustamin mengkaji pengelolaan dan pemberdayaan zakat BAZNAS Enrekang periode 2021–2024.
Penelitian tersebut menemukan bahwa alokasi zakat untuk pemberdayaan pendidikan agama Islam mencapai 36,16 persen dari total distribusi, dengan tingkat efektivitas program di atas 70 persen.
Mustamin menyebut pengelolaan zakat tidak hanya berdampak pada peningkatan pemahaman keagamaan mustahik, tetapi juga berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas sosial.
Baca Juga : UNIMEN Tata Ulang Struktur, Sejumlah Pejabat Strategis Bergeser
“BAZNAS Enrekang telah mengelola pendistribusian zakat secara terstruktur dan akuntabel untuk pemberdayaan pendidikan agama Islam bagi mustahik,” kata Mustamin saat memaparkan hasil penelitiannya.
Salah satu kebaruan penelitian tersebut adalah Model Pemberdayaan Pendidikan Agama Islam Zakat Berkelanjutan (PM2ZB). Model ini memiliki empat pilar utama, yakni aksesibilitas, relevansi, keberlanjutan, dan akuntabilitas.
Model PM2ZB dirancang untuk mendorong perubahan pola pemberdayaan mustahik dari sekadar pemberian bantuan menuju proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan penguatan kemandirian sosial-ekonomi.
Penelitian tersebut juga menghasilkan aplikasi berbasis Android bernama “Rumah Mustahik” serta modul implementasi PM2ZB sebagai instrumen pendampingan dan pembinaan penerima manfaat zakat.
Wakil Ketua BAZNAS Enrekang periode 2021–2026, Dr. Ilham Kadir, menilai model tersebut dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pemberdayaan mustahik.
Baca Juga : MASTA UNIMEN 2026: Mahasiswa Baru Didorong Tak Sekadar Kejar Ijazah, tapi Harus Berdampak
Menurutnya, PM2ZB berpotensi menjadi panduan bagi BAZNAS maupun lembaga zakat lainnya dalam melakukan pembinaan mustahik secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Capaian Mustamin turut mendapat apresiasi dari civitas akademika UNIMEN. Wakil Rektor III UNIMEN, Dr. Saidang, menyebut hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas akademik, pengembangan keilmuan, serta inovasi pembelajaran di lingkungan UNIMEN.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan dalam kurikulum dan metode pembelajaran, sekaligus memperkuat nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri pimpinan dan dosen UNIMEN, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, penggiat zakat, kolega, serta keluarga Mustamin. (*)


Komentar