Dosen Unhas Evie Aprianti Sulap Limbah Pertanian Jadi Semen Ramah Lingkungan

PAREPARE, KORANMAKASSAR.COM – Inovasi bahan bangunan ramah lingkungan dikembangkan tim peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan mengolah limbah pertanian menjadi bahan perekat beton.

Inovasi yang dipimpin dosen Unhas, Evie Aprianti, tersebut kini diterapkan dalam pembangunan jalan rabat beton di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026).

Evie menjelaskan, penelitian ini memanfaatkan limbah pertanian lokal dari Parepare dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berupa sekam padi, tongkol jagung, dan serbuk kayu.

Bahan-bahan tersebut diolah melalui proses pengeringan, pembakaran dalam wadah tertutup menggunakan peralatan khusus, serta penambahan zat aditif hingga menghasilkan serbuk yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat beton.

Menurut Evie, inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif semen konvensional untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan limbah pertanian diharapkan dapat mengurangi timbunan limbah sekaligus menekan dampak lingkungan dari produksi bahan bangunan.

Baca Juga : TP PKK Makassar Latih Kader Olah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Dari hasil pengujian tim peneliti, semen berbahan limbah pertanian tersebut diklaim memiliki daya serap dan kuat tekan yang lebih baik dibandingkan semen konvensional.

“Secara penyerapan lebih bagus, kemudian kuat tekannya juga lebih tinggi dibandingkan menggunakan semen konvensional,” ungkap Evie.

Saat ini, hasil penelitian tersebut diaplikasikan pada pembangunan jalan rabat beton sebagai bentuk penerapan langsung inovasi kepada masyarakat. Ke depan, bahan tersebut juga berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan konstruksi lain, seperti gedung, paving block, dan bata ringan.

Penelitian semen berbahan limbah pertanian ini telah dikembangkan sejak 2022. Pada 2026, tim memperoleh hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui program Berdikari Semesta untuk mendukung penerapan inovasi bagi masyarakat Kota Parepare.

Evie menyebut proposal penelitiannya berhasil lolos seleksi di antara lebih dari 5.000 pendaftar dan menjadi satu-satunya proposal dari Unhas yang terpilih dalam program tersebut.

Baca Juga : Dosen UNIMEN Raih Doktor, Kembangkan Model Pemberdayaan Zakat Berkelanjutan

Saat ini, tim juga tengah mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk inovasi tersebut. Setelah proses pendaftaran dan peninjauan selesai, pihaknya berharap semen ramah lingkungan itu dapat diproduksi secara komersial dengan melibatkan potensi daerah setempat.

“Kami sedang mengusulkan hak paten dan sudah dalam tahap peninjauan. Mudah-mudahan setelah proses paten selesai, produk ini bisa dipasarkan dengan melibatkan nama Kota Parepare sebagai salah satu daerah pendukung,” tutupnya.

Inovasi ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong pengembangan material konstruksi yang lebih berkelanjutan. (sis)

Komentar