MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kedatangan Presiden Jokowi yang direncanakan pada Kamis 18 Maret 2021, menuai penolakan dari Aliansi Mahasiswa Kota Makassar.
Kelompok aktivis yang tergabung dalam elemen pergerakan Aliansi Mahasiswa Kota Makassar yang terdiri dari Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND Sulsel, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Makassar menyatakan dengan tegas menolak kedatangan Presiden Jokowi di Sulsel.
Ketua PMKRI Cabang Makassar, Herianto Ebong, mewakili Ketua-ketua lembaga yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Makassar, dalam siaran persnya, Rabu (17/3/2021) mengatakan bahwa kedatangan Presiden Jokowi di Sulawesi Selatan dengan alasan melakukan kunjungan kerja Peresmian Jalan Tol Layang dan Bandar Udara di Kabupaten Tana Toraja bukan satu hal yang urgensi, jadi jangan menjadikan agenda peresmian Jalan Tol Layang dan Bandar Udara sebagai pencitraan.
“Harusnya Bapak Presiden melakukan hal yang lebih urgensi selain agenda formalitas (peresmian), ada banyak masalah yang harus secepatnya diselesaikan contoh pandemik, vaksinasi dan masalah pelanggaran HAM yang sering terjadi di Indonesia saat ini,” tambah Heri.
Katanya lagi, apa lagi kalau kita melihat di masa kepemimpanan Presiden Jokowi saat ini banyak sekali melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kemauan/ kebutuhan rakyat pada umumnya.
Padahal, lanjut Heri, harapan kami, kedatangan Jokowi ke Sulsel bukan hanya saja agenda peresmian tapi lebih pada membawa kepentingan rakyat khususnya rakyat sulsel, selain itu juga melakukan evalusi kinerja pemerintahan setempat yaitu Pemprov Sulawesi Selatan yang sering menuai banyak problem dalam bidang pembangunan, korupsi, dan masalah perempasan ruang hidup.

