YIM-UNICEF Gelar Pelatihan Dukungan Psikososial Untuk Siswa PAUD dan SD

BANTAENG, KORANMAKASSAR.COM —  Yayasan Indonesia Mengabdi dengan Dukungan UNICEF Indonesia dan pemerintah Jepang menyelenggarakan program Pelatihan Dukungan psikososial untuk Siswa PAUD dan Sekolah Dasar kelas di Kabupaten Bantaeng, mulai jumat hingga minggu (18-20/11/22). Pelatihan ini merupakan pelatihan dukungan psikososial kedua yang dilakukan, setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Bone.

Terdapat berbagai permasalahan yang berpotensi dapat dialami oleh anak di usia tumbuh kembangnya, dan tentunya hal tersebut akan sangat mempengaruhi aspek perkembangan anak ketika tidak ditangani atau dicegah dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain orang dewasa, anak-anak dari usia 1-5 tahun cukup rentan mengalami gangguan atau permasalahan psikologis.

Tugas Guru dan orangtua sebagai orang yang paling dekat dengan anak adalah memahami kondisi anak-anak, khususnya ketika mengamati perubahan pada perilaku anak, seperti perubahan kebiasaan yang dilakukan anak, gangguan makan, gangguan tidur, tidak dapat berkomunikasi dengan baik, dan mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat.

Pelatihan dukungan psikososial ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan dukungan psikososial kepada siswa di sekolah masing-masing. Selain itu, guru juga dilatih agar mampu mengindentifikasi potensi permasalahan dan gangguan psikologis yang dapat dialami oleh siswa dan bagaimana bentuk pencegahannya serta penanganannya.

baca juga : YIM Bersama Kemdikbudristek Gelar Pelatihan Disiplin Positif Untuk Guru Melalui Program Organisasi Penggerak

Dr. Bernard, M.S. sebagai salah satu trainer Yayasan Indonesia Mengabdi menjelaskan bahwa setelah melakukan pelatihan dukungan psikososial kepada guru, nantinya guru akan mengimplementasikan program ini ke siswa di sekolah masing-masing dan bagaimana guru memastikan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk siswa.

Amelia Tristiana selaku perwakilan UNICEF Indonesia menjelaskan bahwa terdapat 15 sekolah dasar dan 30 PAUD di kabupaten bantaeng yang menjadi sekolah intervensi. Sekolah ini harapannya dapat menjadi sekolah percontohan untuk sekolah lain, tegas beliau.

Program ini disambut baik oleh kepala dinas Pendidikan kabupaten Bantaeng. “Saya sangat mengharapkan, setelah pelatihan ini, semua guru dari sekolah intervensi dapat mengimplementasikan di sekolah masing-masing, dan tentunya dapat juga membagikan apa yang telah diperoleh ke guru-guru lainnya dari sekolah yang berbeda”, tegas Drs. Muhammad Haris, M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bantaeng. (*)