Baitul Arqam UNIMEN Diikuti Mahasiswa Nonmuslim, Uli Nuha: Muhammadiyah Inklusif

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) melalui Lembaga Pengembangan dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIK) menggelar Baitul Arqam Gelombang I bagi mahasiswa baru tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, di Aula Kampus I UNIMEN.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, termasuk mahasiswa kelas kerja sama dari personel Polres Enrekang dan Kejaksaan Negeri Enrekang.

Menariknya, kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa pascasarjana nonmuslim asal Kabupaten Tana Toraja.

Kepala LP2AIK UNIMEN, Uli Nuha, M.A.P., menjelaskan bahwa Baitul Arqam bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, dan karakter Islami yang meneladani Rasulullah Muhammad SAW.

baca juga : Dosen UNIMEN Raih Doktor, Kembangkan Model Pemberdayaan Zakat Berkelanjutan

“Melalui Baitul Arqam, mahasiswa diperkenalkan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, ideologi Muhammadiyah, serta peran sebagai generasi penerus bangsa yang berilmu dan berintegritas,” ujarnya.

Menurut Uli, Baitul Arqam merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa baru Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), sebagai bagian dari pembinaan karakter, penguatan pemahaman keislaman, serta pengenalan identitas dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.

Ia menegaskan, keikutsertaan mahasiswa nonmuslim dalam kegiatan tersebut merupakan hal yang lumrah di lingkungan PTMA. Seluruh peserta mengikuti materi yang diberikan dengan tetap menghormati keyakinan masing-masing.

“Tidak terkecuali mahasiswa nonmuslim, karena kegiatan ini wajib diikuti. Kami di PTMA sudah terbiasa dengan kehadiran mahasiswa nonmuslim dalam Baitul Arqam. Mereka tetap mengikuti materi tanpa merasa terganggu keyakinannya. Muhammadiyah itu inklusif,” tutur Uli.

baca juga : UNIMEN Tata Ulang Struktur, Sejumlah Pejabat Strategis Bergeser

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan UNIMEN, Dr. Saidang, menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin menjelang perkuliahan, melainkan menjadi pintu awal pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kecerdasan intelektual sekaligus memperkuat fondasi keislaman, pemahaman Kemuhammadiyahan, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa.

Saidang berharap, para peserta mampu tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia, menjunjung kearifan lokal Enrekang, serta menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi persyarikatan, bangsa, dan negara. (*)

Komentar