MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Puluhan remaja dari Kota Makassar dan sejumlah kabupaten/kota sekitarnya mengikuti pelatihan bertajuk Public Speaking for Teens yang digelar di Hotel BIS Styles Makassar, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 25 peserta ini diselenggarakan Yayasan Kreasi Persada, lembaga yang fokus pada pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda.
Pelatihan tersebut dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan kepercayaan diri serta meningkatkan kemampuan komunikasi remaja sejak usia dini.
Pelatihan dipandu Communication & Public Speaking Expert, Miss Rima, bersama tim trainer Miss Ndypada dan Miss Oel.

Para peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari teknik berbicara di depan umum hingga penguatan mental.
Tidak sekadar teori, peserta juga diajak mengenali potensi diri, mengelola rasa gugup (nervous mastery), mengatasi lupa saat berbicara (blank mastery), teknik olah vokal, serta penguasaan ekspresi wajah dan bahasa tubuh.
Menurut Miss Rima, public speaking bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi keterampilan hidup yang penting untuk masa depan.
“Banyak remaja sebenarnya punya potensi besar, hanya saja terhambat rasa takut dan minder. Di sini mereka belajar bahwa gugup itu wajar, blank itu bisa diatasi, dan suara mereka itu berharga. Public speaking adalah life skill, bukan sekadar kemampuan tampil,” ujarnya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Peserta aktif mengikuti sesi praktik, simulasi, hingga tantangan berbicara spontan yang melatih keberanian serta ketangkasan berpikir.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan orang tua melalui sesi khusus Mama Papa Session. Dalam sesi tersebut, trainer menyampaikan evaluasi perkembangan peserta, memaparkan potensi masing-masing anak, serta memberikan arahan bagi orang tua agar proses pengembangan kepercayaan diri terus berlanjut di rumah.
Miss Rima menegaskan, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk mental anak.
“Anak bisa berani di ruang pelatihan, tetapi keberanian itu harus dijaga di rumah. Dukungan, cara orang tua berkomunikasi, dan kepercayaan yang diberikan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Kreasi Persada berharap para remaja tidak hanya mahir berbicara, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani menyampaikan gagasan, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (Spd)

