Baru Dua Bulan, Kebun Si Pakalebbi Tamamaung Sudah Panen

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Lahan terbatas bukan halangan bagi warga RW 08 Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar, untuk menghasilkan pangan.

Melalui semangat gotong royong, warga menyulap lahan sempit menjadi kebun urban farming bernama “Si Pakalebbi” yang dalam waktu sekitar dua bulan sudah mulai menghasilkan.

Panen perdana digelar Jumat (25/9/2026) malam, selepas Salat Isya, di Jalan Abdullah Dg. Sirua Lorong 7, Tamamaung. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri Lurah Tamamaung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, Ketua RW 08, serta para Ketua RT se-RW 08.

Kebun Si Pakalebbi merupakan inisiatif Ketua RW 08 bersama para Ketua RT dan warga. Program tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut atas dorongan Pemerintah Kota Makassar dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk pertanian perkotaan.

Baca Juga : Maulid Nabi di Masjid Al-Syamnah, Lurah Tamamaung Ajak Warga Kompak Jaga Kamtibmas

Ketua RW 08 Tamamaung, Hawania, mengatakan urban farming menjadi salah satu solusi sederhana untuk memanfaatkan ruang terbatas di lingkungan permukiman.

“Urban farming adalah kegiatan bercocok tanam, budidaya tanaman, atau pemeliharaan hewan ternak dengan memanfaatkan ruang atau lahan yang terbatas,” ujar Hawania.

Menurutnya, konsep urban farming dapat dikembangkan dengan berbagai metode, seperti hidroponik tanpa tanah maupun vertical farming menggunakan rak bertingkat.

Bagi warga RW 08, keberadaan Kebun Si Pakalebbi bukan hanya menjadi tempat bercocok tanam, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Baca Juga : Bhabinkamtibmas Tamamaung Aktif Sambangi Warga, Ajak Waspadai Pencurian

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, urban farming juga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus membuat lingkungan permukiman lebih hijau dan asri.

Panen perdana ini menjadi bukti bahwa lahan sempit di tengah perkotaan tetap dapat diubah menjadi ruang produktif.

Dari lahan terbatas lahir pangan. Dari gotong royong tumbuh ketahanan pangan. Si Pakalebbi membuktikan perubahan bisa dimulai dari lingkungan sendiri. (sir)