YOGYAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Sebanyak 13 siswa dan satu guru pendamping, Anisa Amalia, S.Si, dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) mengikuti Japan Short Course Program XXIV yang merupakan bagian dari SMILE Project (Student Mobility and International Learning Experience Project).
Program ini berlangsung selama 11 hari di Jepang, meliputi wilayah Tsukuba, Kanagawa, Chiba, dan Tokyo, dan dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026.
Rombongan dilepas secara resmi di Yogyakarta sebelum bertolak melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Jepang. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa asing serta membangun keterampilan komunikasi global siswa melalui pengalaman belajar langsung lintas budaya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd, menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing harus didukung interaksi nyata dengan budaya dan penutur aslinya.
Baca Juga : Ukir Prestasi Dunia, Pelajar SMA Muhi Yogyakarta Borong Tiga Medali di Filipina
Menurutnya, pengalaman internasional menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri, wawasan global, dan kemampuan komunikasi siswa.
Selama mengikuti program, para siswa menjalani berbagai kegiatan akademik dan budaya.
Kunjungan ke Asakusa Temple memberikan pemahaman tentang sejarah dan spiritualitas Jepang, sementara pembelajaran industri kreatif dilakukan melalui observasi langsung di Tokyo Disneyland.
Interaksi dan kolaborasi dengan siswa Dokyo Senior High School membuka wawasan tentang sistem pendidikan Jepang yang menekankan kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Siswa juga diperkenalkan dengan lingkungan pendidikan tinggi bertaraf internasional melalui kunjungan ke University of Tsukuba dan Chuo University.
Pembelajaran bahasa dan budaya Jepang menjadi fokus utama di Tsukuba SMILE Nihongo Gakkou, dengan metode komunikatif bersama penutur asli.
Selain itu, kunjungan ke JAXA Rocket Center memberikan wawasan pengembangan teknologi antariksa dan STEM, sementara pengalaman menggunakan Shinkansen memperlihatkan kemajuan sistem transportasi modern Jepang.
Baca Juga : Prestasi Nasional, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Raih Peringkat 3 TKA 2025
Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan wisata edukatif ke Odawara Castle dan Akihabara, yang memadukan pembelajaran sejarah, teknologi, dan budaya populer Jepang.
Japan Short Course Program XXIV ini menjadi bagian dari komitmen SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam mencetak generasi Islami, unggul, dan berwawasan global, serta siap bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional. (*)
Penanggung jawab: Yusron Ardi Darmawan, M.Pd

