BANDA ACEH, KORANMAKASSAR.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat peran kemanusiaannya menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan mengintensifkan pengawasan keamanan pangan, obat-obatan, serta layanan kefarmasian bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Kepala BPOM RI Taruna Ikrar yang turun ke lapangan bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam penyerahan bantuan kemanusiaan di delapan kabupaten terdampak bencana, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Dalam kegiatan tersebut, BPOM tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat pengungsi, khususnya pangan dan obat, tetap aman dikonsumsi.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan tim untuk melakukan pendampingan dan pengawasan langsung di berbagai titik krisis.

“BPOM memastikan pangan, minuman, serta obat-obatan yang beredar di dapur umum, pos pengungsian, fasilitas kesehatan, hingga layanan kefarmasian darurat tetap aman, bermutu, dan layak digunakan masyarakat. Ini penting agar warga bisa menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir risiko kesehatan,” ujar Taruna, Selasa (10/2/26).
Pengawasan tersebut meliputi pemeriksaan bahan pangan, uji kelayakan produk, pengendalian distribusi obat, serta edukasi keamanan pangan bagi relawan dan pengelola dapur umum.
Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya risiko kontaminasi makanan dan peredaran obat tidak layak pakai di situasi darurat.
Selain pengawasan teknis, pemerintah juga menyalurkan 15.000 paket bantuan berupa sembako dan perlengkapan ibadah untuk masyarakat terdampak.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut Aceh saat ini menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan risiko bencana susulan. Karena itu, negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terlebih menjelang tradisi Meugang dan Ramadhan.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar penanganan darurat berjalan tepat sasaran.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadir di WLA Extravaganza, BPOM RI Rayakan Pengakuan WHO
Data Pemerintah Aceh mencatat dampak bencana menyentuh sekitar 2,58 juta jiwa, dengan lebih dari 85 ribu pengungsi, ratusan korban meninggal, serta ratusan ribu rumah mengalami kerusakan.
Di tengah situasi tersebut, kehadiran BPOM menjadi garda penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, memastikan bantuan pangan dan obat tidak menimbulkan risiko baru bagi para korban.
Dengan kolaborasi lintas lembaga, pemerintah berharap masyarakat Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan lebih aman, sehat, dan penuh ketenangan sembari bangkit menuju pemulihan. (*)

