Denny JA: Karpet Merah untuk Prabowo-Gibran

Bagian 2: Koalisi Partai Semi Permanen

Prabowo-Gibran diumumkan menjadi pemenang pilpres oleh KPU, di angka 58.58%. Anies-Muhaimin di urutan kedua sebesar 24.95%. Ganjar-Mahfud di urutan ketiga sebesar 16.55%.

Hasil ini membuat pilpres berlangsung satu putaran saja. Selisih antara Prabowo-Gibran dengan kompetitor nya berjarak lebih dari 33%.

Tapi koalisi partai Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju belum mayoritas suara di DPR (suara <50%).

Perolehan suara di partai Koalisi Indonesia Maju sebesar 43.18%. Ini berasal dari Golkar sebesar 15.29%, Gerindra 13.22%, Demokrat 7.43%, PAN 7.24%.

Agar pemerintahan kuat, Prabowo-Gibran perlu dukungan partai tambahan.

Hal ini perlu dilakukan untuk mensukseskan program-program utama yang dicanangkan Prabowo-Gibran. Yang sejauh ini di uji di publik, program ini disetujui oleh mayoritas publik.

Terdapat empat program yang tiga diantaranya adalah meneruskan Jokowi, dan satu program khas Prabowo-Gibran.

Program yang meneruskan Jokowi yaitu, pindah ibukota IKN dengan publik yang setuju sebesar 68.4%. Program hilirisasi agar Indonesia tidak menjual bahan mentah ke luar tapi bahan yang di olah, ini terima publik sebesar 87.9%. Kemudian program digitalisasi pemerintah agar kurangi korupsi, yang di approval publik sebesar 92.4%.

Program khas Prabowo-Gibran yaitu makan siang dan susu gratis yang diterima/diapproval/disetujui publik sebesar 80.1%.

Program IKN, Hilirisasi, Digitalisasi, makan siang gratis, hanya terlaksana tuntas, dengan membutuhkan waktu minimal 20 tahun berjalan, tanpa interupsi.

Sementara 20-25 tahun dari sekarang yaitu 2045-2050, Indonesia diprediksi banyak lembaga international menjadi negara ke-4 terbesar di dunia.

baca juga : Denny JA Usukan Koalisi Partai Semi Permanen 20 Tahun Dipimpin Golkar dan Gerindra

Jokowi (presiden menjabat) dan Prabowo (presiden terpilih) berada di momen historik, meletakan dasar transisi Indonesia menuju 2045 (20 tahun lagi).

Sementara program utama mereka (IKN, Hilirisasi, Digitalisasi, Makan siang gratis) juga perlu waktu minima 20 tahun untuk tuntas.

Maka momen 20 tahun ini (2024-2045) perlu di kawal oleh kekuasaan berkelanjutan dengan misi yang sama.

Perlunya koalisi partai semi permanen (2024-2045) yang pondasinya di letakan oleh Jokowi dan Prabowo