Denny JA: Mengapa Susah Mengikis Popularitas Jokowi?

Ini ikut menjelaskan mengapa elektabilitas Prabowo terus menerus naik, elektabilitas Anies juga terus-menerus naik. Sementara elektabilitas Ganjar merosot drastis, dan sedikit lagi akan dilampaui oleh Anies Baswedan.

Mengapa Jokowi tetap populer setelah dihantam sana dan sini?

Pertama, hubungan Jokowi dengan sebagian besar pendukungnya sudah sangat emosional. Ini hubungan yang sudah terbina panjang sejak lama.

Jokowi menjadi walikota dua periode, gubernur dan presiden juga dua periode. Sudah lebih dari 20 tahun hubungan batin ini terbina dan terus terjaga.

Hubungan emosional yang panjang ini tak mudah digerus oleh informasi rasional yang datang belakangan.

Kedua, banyak program Jokowi sebagai presiden yang memang dirasakan manfaatnya. Walau informasi yang kritis itu masuk akal, ia dikalahkan kesan publik luas atas program positff Jokowi yang lain.

https://www.presidenri.go.id

Yang termasuk populer adalah program BPJS untuk kesehatan. Kepuasan publik luas atas asuransi kesehatan yang dikembangkan di era Jokowi ini sangatlah nyata.

Survei menunjukkan peningkatan kepuasan publik pada program BPJS ini, dari tahun ke tahun.

Ketiga, Jokowi pun terus merawat pendukungnya. Ia tetap rutin berjumpa dengan para relawannya, yang sejak 10 tahun lalu membantunya.

Jokowi juga masih rajin pergi ke daerah-daerah, bertatap muka dengan rakyat banyak, ke NTT bahkan ke Papua.

Jokowi pun intensif juga menurunkan bantuan sosial terutama ketika ia melihat rakyat banyak sedang mengalami kesulitan ekonomi.

baca juga : Denny JA: Seberapa Besar Efek Elektoral Debat Capres?

Keempat, yang juga penting, respon elegan Jokowi ketika ia dikritik. Misalnya ketika Megawati mengritiknya, lalu dikonfirmasi oleh media padanya, Jokowi tenang dan senyum saja, dan mengatakan: “Saya tak ingin menanggapi.”

Ini justru membuat simpati mayoritas publik datang padanya. Jokowi haters tentu hadir, sebanyak 20 persen. Tapi Jokowi lovers lebih banyak lagi, sebesar 79,1 persen.

Jokowi tetap populer dan juga memberikan efek elektoral positif kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang teridentifikasi padanya. Dalam hal ini, itu adalah Prabowo dan Gibran.*