Dibayangi Tekanan Kurs dan Utang, Beredar Narasi Internal Sebut Kondisi Keuangan PLN Sedang Kritis

Namun apabila tekanan finansial terus berlangsung, sejumlah langkah efisiensi diperkirakan akan dilakukan.

Di antaranya pengurangan bonus dan insentif kinerja, pembatasan perjalanan dinas, pengetatan lembur, hingga moratorium perekrutan pegawai baru.

Sebagai penguat situasi internal, turut beredar pesan imbauan yang diduga berasal dari jajaran petinggi PLN kepada seluruh pimpinan unit agar meningkatkan pengendalian anggaran dan menjaga likuiditas perusahaan.

Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa kondisi likuiditas PLN pada 2026 merupakan yang terendah sepanjang sejarah perusahaan.

Baca Juga : Listrik Padam di Jakarta, GMNI Desak Evaluasi Total hingga Copot Pimpinan PLN

Seluruh jajaran diminta lebih selektif dalam penggunaan anggaran operasional, termasuk perjalanan dinas dan pengeluaran non-prioritas lainnya.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT PLN (Persero) terkait keabsahan dokumen maupun pesan internal yang beredar tersebut.

Namun isu ini mulai memicu keresahan di kalangan pegawai dan menjadi perhatian publik, terutama terkait keberlangsungan sektor ketenagalistrikan nasional di tengah tekanan ekonomi global. (*)

Komentar