Panel-panel diskusi berjalan dinamis, terutama sesi ATMP (Advanced Therapy Medicinal Products) yang memantik minat industri dan peneliti. Sesi yang dimoderatori Stafsus BPOM, dr. Wachyudi Muchsin, menjadi salah satu yang paling ramai karena mempertemukan peneliti dengan calon investor melalui forum lisensi riset.
Besok, Minggu 16 November 2025, business matching resmi dibuka. Sepuluh booth industri internasional dan 20 perguruan tinggi nasional siap menawarkan berbagai inovasi riset. UMKM juga mengambil peran besar dalam memperkenalkan produk unggulan mereka.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan peluncuran buku inovasi, seminar internasional, kompetisi inovasi produk, donor darah, vaksin hepatitis A gratis, Zumba, hingga hiburan dari Iis Dahlia dan Ferry Curtis.
Dalam beberapa tahun terakhir, Taruna Ikrar melihat Indonesia tertinggal dalam pengembangan terapi sel dan terapi gen. Karena itu, BPOM kini mendorong regulasi ATMP yang lebih adaptif dan meringankan hambatan birokrasi.
Ia menyampaikan bahwa BPOM harus menjadi jembatan antara peneliti, industri, dan kebijakan, bukan sekadar pemberi izin.
“ABG adalah poros percepatan untuk melahirkan kebijakan ilmiah yang berdaya saing.”
Program BPOM Goes to Campus pun terus diperluas guna menjemput riset dari perguruan tinggi.
Di sela padatnya agenda, Prof. Taruna Ikrar bersama artis Iis Dahlia, tokoh masyarakat Hercules, dan Ketua Dharma Wanita BPOM Elfi Taruna, menanam pohon di halaman kantor BPOM.
Baca Juga : Taruna Ikrar: BPOM Kawal Sains dan Regulasi, Fondasi Ekosistem Vaksin Indonesia yang Tangguh Untuk dunia
Momen tersebut menjadi simbol ekosistem inovasi yang ingin ia bangun: memerlukan kolaborasi, perawatan, dan lingkungan yang subur.
“Semangat kolaborasi inilah yang ingin terus kami bangun demi kemajuan produk Indonesia,” ujarnya.
Panitia menyebut acara ini sukses dan mendapatkan respons yang sangat positif. Mereka berharap Gebyar ABG menjadi agenda tahunan dan menjadi tonggak babak baru transformasi BPOM. (*)

