Diduga Penyebab Kematian, Rumah IRT di Jeneponto Dirusak Massa

Salah seorang dari massa itu ada membawa sajam masuk ke dalam rumah sambil mengatakan jika dirinya tidak terima atas kematian tersebut. Namun, saat pria itu hendak menarik sajam, Ente langsung membela diri dan mengajaknya berdiskusi secara baik baik.

“Saya bilang jangan, sambil saya berusaha tahan tangannya, kemudian saya sampaikan rela mati kalau memang saya bersalah,” kata Ente.

Tak sampai disitu, massa yang sudah emosi, langsung mengayunkan parang kearah ente dan melukainya. Lailahaillallah ucap Ente, karena leher saya ingin digorok sambil mengucap Allahuakbar. Mengetahui ibunya hampir mati akibat di massa, sang anak bernama Idul (21) langsung beranjak ke rumah untuk memastikan kondisi sang ibu.

Namun naas, belum melihat sang ibu, massa justru massa melukainya menggunakan parang hingga dilempari batu. “Banyak lukanya anak ku, tangannya kena parang, pundak juga memar-memar karena dilempari batu,” pungkasnya.

baca juga : Kematian Napi Lapas Kelas II A Bolangi, Kuasa Hukum : Tidak Wajar

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin mengatakan kasus tersebut telah ditangani dan dilakukan penyelidikan. “Benar telah terjadi penganiayaan, kasusnya sementara kita lakukan penyelidikan,”ujar Iptu Nasaruddin.

Nasaruddin menjelaskan, kasus dugaan penganiayaan ini bermula ketika korban dianggap penyebab kematian salah satu warga. “Pihak keluarga Almarhum menganggap bahwa kedua orang tersebut (suami istri) meninggal dunia disebabkan oleh dukun tersebut sehingga dengan spontan mereka mendatangi rumah dukun dan melakukan pengrusakan dan penganiayaan,” jelas Nasaruddin. (*)