Menurutnya, kedatangan Kasi Sarpras Kanwil Kemenag Sulsel memberikan harapan bagi madrasah itu untuk dapat meningkatkan ketersediaan berbagai sarana yang masih kurang di madrasah itu, terutama kesediaan ruang belajar bagi siswa.
“Kami mewakili pimpinan dan keluarga besar MAN 1 Bulukumba, berharap agar dapat diwujudkan bantuan RKB. Untuk kondisi saat ini, kebutuhan RKB sebanyak 6 unit. Jika kelas darurat ini dapat dilaksanakan oleh pihak PUPR maka bisa direncanakan untuk dua lantai, mengingat jumlah kelas yang masih sangat terbatas,” jelas Tasmira didampingi KTU MAN 1 Bulukumba, Ramlah.
Wakamad Humas, Sitti Hamzah menyambut baik upaya pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian PUPR untuk membangun RKB MAN 1 Bulukumba di tahun ini.
baca juga : MAN 1 Bulukumba Gelar PAT Berbasis Google Form
“Karena sarana prasarana sangat mempengaruhi proses belajar mengajar yang keluarannya berakibat pada mutu pendidikan. Apalagi MAN 1 adalah Madrasah Aliyah yang cukup besar, siswanya 700an orang. Untuk itu sangat dibutuhkan kelengkapan berbagai sarana dan prasarana yang dapat mendukung pelaksanaan pendidikan di madrasah ini,” bebernya.
Pihak MAN 1 Bulukumba berharap mendapat bantuan dalam bentuk Ruang Kelas Baru (RKB). Kebutuhan itu didasari masih kurangnya ruang belajar siswa dikarenakan meningkatnya jumlah siswa.
Adapun jumlah ruang belajar yang digunakan adalah sebanyak 21 rombel, dua kelas mesih menggunakan laboratorium, Sementara itu ada empat ruang belajar yang kurang representatif karena masih merupakan bangunan darurat terbuat dari dinding kayu yang butuh rehabilitasi.
Kegiatan Monitoring Kepala Kasi Sapras Kanwil Kemenag Sulsel Kurnianto, didampingi staf lainnya Ipit Hanang Permadi, Ilham Kasim, juga dari kemenag Bulukumba Hera dan Hasfiadi. (*)

