MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Dinas Kebudayaan Kota Makassar menggelar Workshop Penulisan Aksara Lontara Tahun 2026 untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengenal, menulis, dan mengajarkan aksara tradisional kepada generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026, dibuka di Hotel Karebosi Premier, Makassar, Rabu (14/10/2026). Pesertanya merupakan tenaga pengajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar.
Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Kekayaan, Warisan dan Promosi Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Ludfi, membacakan sambutan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware.
Dalam sambutan tersebut, ditekankan pentingnya pelestarian aksara Lontara sebagai identitas dan warisan budaya daerah melalui dunia pendidikan.
Baca Juga : Pandawalim5 Bawa Budayawan Malaysia Jelajah Pesona Bahari dan Budaya Makassar
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sri Wahyuly Malik, mengajak para guru mengikuti seluruh rangkaian materi dengan serius dan menerapkannya di sekolah masing-masing.
Ia juga mendorong guru agar lebih kreatif dalam mengajarkan bahasa daerah sehingga dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal dan mempelajari aksara Lontara.
Workshop ini menghadirkan Prof. Muhlis Hadrawi dan Prof. Kembong Daeng sebagai narasumber, dengan Andi Tenri Bali Baso sebagai moderator.
Materi yang diberikan mencakup sejarah aksara Lontara dan naskah kuno, pengenalan bunyi serta bentuk aksara, hingga kaidah dasar penulisannya.
Baca Juga : Benteng Rotterdam Siap Direvitalisasi, Wali Kota Makassar Dampingi Menteri Kebudayaan RI
Para peserta juga mengikuti praktik alih aksara dari huruf Latin ke Lontara, termasuk latihan menulis kata-kata dalam bahasa Bugis dan Makassar.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan Kota Makassar berharap para guru dapat menjadi penggerak pelestarian aksara Lontara di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, warisan budaya daerah tidak hanya terjaga, tetapi juga terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)


Komentar