“Setelah balik ke Jakarta langsung saya laporkan hal ini ke Pak Ketum Dewan Pertimbangan DPP Bapera,” katanya.
Fahd bahkan menyindir balik ancaman tersebut dengan mengingatkan, jangan sampai orang tersebut sebelum dilantik malah di Plt-kan.
“Baru satu dua bulan jadi ketua partai, kelakuannya sudah begitu. Jangan sampai diganti lagi sebelum dilantik. Kami tidak pernah mengganggu orang apalagi menyudutkan. Tapi kalau ada yang mengganggu, saya siap hadapi dan perjuangkan nasib kader dan pengurus Bapera,” pungkasnya.

Usai menyampaikan hal itu dalam sambutannya, Fahd pun meminta Ketua DPD BAPERA Sulsel bersama jajaran pengurusnya untuk mempercepat proses terbentuknya struktur BAPERA baik di tingkat kabupaten dan kota hingga kecamatan.
“Tidak perlu menunggu sampai satu tahun. Itu terlalu kelamaan. Keinginan saya kehadiran dan keberadaan BAPERA harus menjadi organisasi yang diperhitungkan di Sulsel maupun secara nasional,” pinta Fahd.
Dia pun berharap keberadaan organisasi BAPERA ini harus menjadi wadah bagi pemuda untuk berinovasi, berkreasi serta bergerak dalam sosial kemasyarakatan untuk mensejahterakan rakyat.
Sementara itu, Jhon Rende Mangontan yang juga anggota DPRD Sulsel dari Partai Golkar tak berpikir panjang untuk merespon dengan cepat keinginan Ketum DPP BAPERA.
baca juga : Transformasi Golkar Menuju Partai Modern Era Airlangga Hartarto
“Siap. Dan kami janjikan juga akan segera mengadakan sekretariat BAPERA Sulsel secara permanen,” tegas JRM.
Politisi asal Tana Toraja inipun berjanji bahwa keberadaan organisasi yang dinakhodainya siap bersinergi dan mensupport program-program pemerintah di daerah, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan orang banyak atau masyarakat.
“Yah tidak hanya di sektor sosial kemasyarakatan tetapi ekonomi kerakyatan dan bidang koperasi juga karena hal ini menjadi visi dan misi dibentuknya BAPERA sejak 2017,” urainya. (*)

