MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Gagasan perubahan yang diusung Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai calon Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Keinginan IAS untuk melakukan pembenahan dinilai sebagai langkah strategis dalam mengembangkan PORDI agar menjadi organisasi yang lebih profesional dan berdaya saing di masa depan.
Dukungan terhadap gagasan tersebut bahkan disebut telah “menggema hingga warkop-warkop”, ruang sosial yang selama ini menjadi denyut nadi berkembangnya olahraga domino sebagai olahraga rakyat. Hal itu menandakan meningkatnya perhatian publik terhadap arah baru PORDI Sulsel.
Baca Juga : LIDIK PRO All Out Dukung Andi Baso Ryadi Lanjutkan Kepemimpinan PORDI Sulsel
Ketua Komunitas Domino Megazone, Edy Arsyam, mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap PORDI Sulsel melonjak signifikan sejak IAS menyatakan kesiapannya maju pada Musyawarah Provinsi (Musprov) I PORDI Sulsel mendatang.
Ia mengaku menerima banyak permintaan dari sejumlah elite politik daerah yang ingin diakomodasi menjadi bagian dari kepengurusan PORDI Sulsel.
“Ini menunjukkan bahwa animo terhadap PORDI sebagai organisasi kelembagaan semakin besar sejak Pak IAS menyatakan maju sebagai calon ketua,” ujar Edy, Minggu (14/12/25).
Pengusaha otomotif tersebut pun menitipkan pesan kepada para pemilik suara, khususnya pengurus daerah (Pengda), agar benar-benar memanfaatkan momentum ini untuk memilih pemimpin yang tepat dan visioner pada Musprov nanti.
“Kembalilah kepada hati nurani dalam memilih calon ketua. Seburuk-buruknya orang adalah mereka yang mengingkari hati nurani hanya demi kepentingan kecil dan sesaat,” tegasnya.
Baca Juga : Turnamen Domino Walikota Cup Parepare Ricuh, Peserta Menilai Panitia Sangat Buruk
Sebagai sahabat dekat IAS, Edy Arsyam mengaku optimistis bahwa olahraga domino sebagai olahraga rakyat akan berkembang lebih baik ke depan jika dipimpin oleh sosok yang dikenal merakyat dan memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan dan kemajuan organisasi.
“Domino akan jauh lebih besar dan bermartabat jika dipimpin figur yang memahami denyut masyarakat dan akar budaya olahraga ini,” pungkasnya. (*)

