MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan inklusif dengan membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).
Program ini menjadi langkah konkret untuk menekan angka putus sekolah dengan menjangkau langsung anak-anak yang terhenti pendidikannya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembentukan tim ATS bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan sosial yang menyasar akar persoalan di lapangan.
Baca Juga : Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional, Bukti Nyata Harmoni Keberagaman
“Tim ini diharapkan memastikan tidak ada anak di Makassar yang kehilangan haknya untuk belajar,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Tim ATS yang dikukuhkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Karebosi, akan bekerja aktif melakukan pendataan, pendekatan ke keluarga, hingga mendampingi anak kembali ke bangku sekolah. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat.
Pemkot Makassar mengakui angka putus sekolah masih cukup signifikan, sehingga dibutuhkan kerja lapangan berbasis data untuk menentukan target dan capaian program secara bertahap.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong Makassar Jadi Pusat Touring HDCI Sulawesi, Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, menyebut rangkaian Hardiknas 2026 juga diisi dengan berbagai inovasi, termasuk peluncuran sistem penerimaan murid baru berbasis digital yang terintegrasi dengan platform On The Class guna menjamin proses yang transparan dan merata.
Selain itu, Pemkot turut memberikan penghargaan kepada insan pendidikan serta menyalurkan beasiswa bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Pemkot Makassar berharap seluruh program ini mampu memastikan tidak ada anak yang tertinggal, sekaligus menciptakan generasi unggul di masa depan. (*)


Komentar