MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, akhlak, dan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri asesmen kepala sekolah SD dan SMP serta penandatanganan MoU Bank Sampah pada satuan pendidikan di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026).
Appi mengatakan, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai budi pekerti, tata krama, agama, dan budaya lokal.
Menurutnya, guru dan kepala sekolah harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan peserta didik.
Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan penguatan kurikulum dengan memberikan perhatian lebih pada pendidikan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan sosial.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Gandeng Muslimat NU, Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Lingkungan Keluarga
Selain kualitas tenaga pendidik, Appi meminta kepala sekolah aktif melaporkan persoalan di masing-masing satuan pendidikan agar pemerintah dapat memetakan kebutuhan dan menentukan prioritas pembenahan, termasuk infrastruktur dan ketersediaan guru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyebutkan asesmen tersebut diikuti 464 peserta, terdiri atas 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penguatan program lingkungan melalui kerja sama Bank Sampah. Saat ini, terdapat 86 inovasi lingkungan yang telah dicanangkan pada jenjang SD dan SMP di Makassar.
Achi berharap kolaborasi tersebut mampu membangun budaya sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus membentuk generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab. (*)

