“Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Ketua TP PKK Ajak Warga Makassar Pilah Sampah dari Rumah Menuju Zero Waste 2029

Poster kampanye CHIGANJING dibagikan kepada pelaku usaha, mulai dari rumah makan, restoran, kafe, hotel hingga perusahaan transportasi sebagai upaya membangun budaya konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, mengatakan CHIGANJING diharapkan menjadi gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Ini bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan perubahan adab dan kebiasaan dari membuang sampah menjadi mengelola sampah,” tegas Ivan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Kecamatan Wajo telah menyiapkan sistem pengangkutan sampah organik terpilah serta mendistribusikan bak sampah khusus organik kepada 22 armada pengangkut sampah yang beroperasi di wilayahnya.

Baca Juga : TP PKK Makassar Edukasi Stop Boros Pangan, 600 Siswa SMP Terima Kotak Makan Gratis

Sampah organik yang telah dipilah nantinya akan dikelola di TPS3R Satando untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, sehingga hanya sampah residu yang masuk ke TPA Antang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia akan berlanjut pada Sabtu (6/6/2026) melalui kegiatan kerja bakti dan pawai lingkungan yang melibatkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama seluruh jajaran Pemkot Makassar.

Kegiatan akan dimulai dari Balai Kota Makassar dan berakhir di Makassar Creative Hub (MCH), Jalan Nusantara. Di lokasi tersebut, masyarakat akan diperkenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, termasuk demonstrasi River Screening Machine yang digunakan untuk membantu pengumpulan sampah di sungai dan kanal.

Baca Juga : Maknai Keutamaan Dzulhijjah, TP PKK Kota Makassar Gelar Kajian Islam untuk Perkuat Spiritualitas Kader

Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti penimbangan sampah, penukaran sampah menjadi souvenir, serta berbagai kegiatan edukasi daur ulang.

Helmy berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan pemilahan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Jika budaya memilah dan mengelola sampah tumbuh kuat di tengah masyarakat, maka persoalan sampah akan jauh lebih mudah diatasi,” tutupnya. (*)

Komentar