IMM Jeneponto Soroti Kondisi Ekonomi Nasional, Desak Presiden Ambil Langkah Strategis

JENEPONTO, KORANMAKASSAR.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jeneponto melalui Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Organisasi tersebut menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelemahan nilai tukar rupiah, serta potensi pemborosan anggaran negara melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik IMM Jeneponto, Fadillah Muksan, menilai persoalan tersebut dapat berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Jeneponto yang masih menghadapi tingkat kemiskinan relatif tinggi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : IMM Jeneponto Somasi Tiga Instansi, Soroti Parkir Liar Kafe yang Picu Kemacetan di Jl. Pelita

Menurutnya, pemerintah pusat perlu segera mengambil langkah strategis dan konkret agar gejolak ekonomi tidak semakin membebani masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran berpotensi memicu persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Fadillah mengungkapkan, meski angka kemiskinan di Jeneponto menunjukkan tren penurunan pada 2025, kondisi tersebut dinilai rentan berubah apabila tekanan ekonomi nasional terus meningkat.

Kenaikan harga BBM dan pelemahan rupiah dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat, sementara penggunaan anggaran negara perlu dipastikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga : Bupati Enrekang Buka Rakorda IMM Sulsel, Dorong Mahasiswa Jadi Motor Pembangunan Daerah

IMM Jeneponto pun mengajak pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. (*)

Komentar