Jadi Narasumber Simposium Virtual Unhas, Wagub Sulsel Paparkan Kesiapan Pemprov Hadapi Covid-19

“Alhamdulillah. Kami harap kosong (pasien covid-19). Dan tidak ada lagi pasien),” ujarnya.

Andi Sudirman menyebutkan, Pemprov Sulsel massif untuk tes swab, terlebih sudah ada beberapa laboratorium PCR. Bahkan Pemprov kini memiliki mobil PCR tes.

Dalam massive contact tracing, kata orang nomor dua di Sulsel ini, melibatkan 700 tenaga surveilans kesehatan terlatih dalam penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak; 100 tenaga relawan dalam membantu PE dan pelacakan kontak di wilayah Kota Makassar; kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin dalam penyiapan tenaga relawan pelacak kontak.

“Sinergi, kolaborasi dan solidaritas adalah kunci melawan pandemi Covid-19. Yakni sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, Forkopimda, LSM, Pihak swasta dan dunia usaha; semua unsur dan elemen terlibat mulai dari tenaga medis, relawan, toga-toma, TNI-Polri, akademisi; serta saling mendukung dan saling percaya,” imbuhnya.

Akhir penyampaiannya, dirinya mengucapkan, terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden, Universitas Hasanuddin, Mendagri, Menkes yang selama ini dalam berpartisipasi memberikan arahan, masukan dan instruksi kajian-kajiannya yang kemudian dibuat sebagai kebijakan.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan yang mewakili Mendagri sempat merilis peta epidemologi Covid-19. Dimana Sulsel masuk kategori resiko sedang. Yang terdiri dari 13 Kabupaten/Kota yang resiko rendah dan 11 Kabupaten/Kota sedang.

Diketahui, Puncak Dies Natalis ke-64 pada 10 September 2020 mendatang.

Pada simposium pertama dengan terkait kesehatan. Dengan narasumber yakni perwakilan Kementerian Dalam Negeri dengan topik ‘Kesiapan Pemerintah Pusat dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’; perwakilan Kementerian Kesehatan, dengan topik ‘Kesiapan Kementerian Kesehatan dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’; Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dengan topik ‘Kesiapan Pemerintah Sulsel Menghadapi Pandemi Covid-19’; Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Budu dengan tema ‘Kesiapan Tenaga Kesehatan dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’.

baca juga : Kunjungi Bandara Buntu Kunik, Wagub Sulsel Dorong Pemda Toraja Alokasikan Subsidi Tiket

Untuk sesi Simposium II terkait Ketahanan Pangan dan Kemiskinan menghadirkan narasumber yakni Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dengan tema ‘Upaya Pemerintah dalam Menjamin Ketersediaan Pangan di Tingkat Keluarga dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’; Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dengan topik ‘Ketersediaan Pembiayaan dalam Mengatasi Ketahanan Pangan dan Kemiskinan dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’; Rektor Unhas dengan topik ‘Peran PT dalam Mengakselerasi Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’; Ketua Badan Kerjasama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia, Faruda Patittingi dengan topik ‘Upaya Pencegahan Kerawanan Sosial dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’; Ketua Forum Pimpinan Sekolah Pascasarjana PTN se Indonesia, Jamaluddin Jompa dengan tema ‘Peluang Hasil Laut Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dalam Proses Adaptasi Kebiasaan Baru’. (*)