Karang Taruna Kampus Sulsel Cetak Sejarah, Resmi Lantik Empat Ketua di Perguruan Tinggi Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sejarah baru dengan melantik empat ketua Karang Taruna Kampus dari sejumlah perguruan tinggi besar di Kota Makassar.

Pelantikan berlangsung di Aula Syekh Yusuf, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar, dan dihadiri pengurus Karang Taruna Sulsel, perwakilan mahasiswa, serta sejumlah tokoh kepemudaan.

Empat ketua Karang Taruna Kampus yang dilantik masing-masing adalah Khairun Kamil sebagai Ketua Karang Taruna Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Gymzar Gybran sebagai Ketua Karang Taruna Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Ryan Taufik sebagai Ketua Karang Taruna Kampus UIN Alauddin Makassar, serta Andi Fachrul sebagai Ketua Karang Taruna Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Harmansyah, menyebut pelantikan ini sebagai tonggak sejarah baru gerakan kepemudaan di Indonesia, karena untuk pertama kalinya Karang Taruna resmi hadir di lingkungan perguruan tinggi.

Baca Juga : Soroti Krisis BBM, Karang Taruna Wajo Desak Satgas Khusus dan Penindakan Tegas Mafia Energi

“Ini sejarah baru, bukan hanya untuk Sulawesi Selatan tetapi juga Indonesia. Selama ini Karang Taruna identik dengan desa dan kelurahan. Hari ini kita mulai masuk ke kampus sebagai ruang pengembangan generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Karang Taruna di kampus menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara gerakan sosial kemasyarakatan dan dunia akademik.

Ia menilai mahasiswa memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi sosial, gerakan pemberdayaan masyarakat, hingga solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Kampus adalah pusat lahirnya intelektual muda. Ketika Karang Taruna masuk kampus, kita ingin menghadirkan gerakan sosial yang lebih modern, kreatif, dan berbasis pengabdian masyarakat,” tambahnya.

Harmansyah juga menekankan agar Karang Taruna Kampus tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghadirkan program nyata di bidang sosial, kewirausahaan, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan literasi digital.

Baca Juga : Karang Taruna Sulsel dan Pemkab Matangkan Pelaksanaan TKKT Gowa Januari 2026

“Mahasiswa jangan hanya kuat di teori, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Karang Taruna Kampus harus menjadi ruang kaderisasi pemimpin muda yang peduli terhadap persoalan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kampus Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Raja Gau, mengatakan pembentukan Karang Taruna Kampus merupakan jawaban atas kebutuhan ruang aktualisasi generasi muda di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menilai mahasiswa memiliki energi besar untuk terlibat dalam pembangunan sosial, namun membutuhkan wadah yang mampu menghubungkan aktivitas akademik dengan pengabdian masyarakat.

“Kami ingin membangun gerakan mahasiswa yang tidak hanya fokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga punya kepedulian sosial dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” ujarnya.

Komentar