Taruna mendorong penguatan kolaborasi Academia, Business, and Government (ABG), yakni sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi hasil riset sekaligus memperkuat industri farmasi dan pangan dalam negeri.
Universitas Padjadjaran dan perguruan tinggi lainnya di Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan publikasi ilmiah, tetapi juga motor penggerak lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan daya saing bangsa.
Dari Bandung, Seruan Kebangkitan Sains Nasional
Antusiasme ribuan peserta, baik yang hadir langsung maupun mengikuti secara daring, menunjukkan besarnya perhatian terhadap masa depan kesehatan, perkembangan teknologi, dan ketahanan pangan Indonesia.
Forum ilmiah tersebut juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang bertumpu pada penguasaan sains, integritas, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan memahami dinamika global.
Pesan Taruna Ikrar melampaui tugas pengawasan obat dan makanan. Di dalamnya terkandung agenda besar untuk memperkuat kedaulatan teknologi, meningkatkan daya saing industri, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, dan memperbesar peran Indonesia dalam percaturan ilmu pengetahuan dunia.
Indonesia membutuhkan ilmuwan yang mampu berpikir mendunia, pemimpin yang menghadirkan manfaat bagi rakyat, serta inovasi yang tetap berpijak pada jati diri bangsa.
Filosofi menjulang, membumi, dan mengakar menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi yang dikuasai, tetapi juga dari manfaat ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia.
Dari Universitas Padjadjaran, pesan perubahan itu kembali ditegaskan: Indonesia harus naik kelas, dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta inovasi, dari pasar global menjadi kekuatan sains yang diperhitungkan dunia. (*)


Komentar