oleh

Ketua InCare Kantongi Catatan Lelang di LPSE Parepare

PAREPARE, KORANMAKASSAR.COM — Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Parepare, merupakan ujung tombak dalam menentukan kegiatan proyek lelang yang bernilai sekitar 200 juta rupiah ke atas. Issu dugaan pengaturan pun berhembus keluar sampai ke kalangan masyarakat. Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Indonesia Care (InCare), Andi Ilham Abidin angkat bicara, selasa (21/9/2021).

“Jika kita mengamati dan menyimak laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tentu mata kita akan langsung tertuju pada item “Paket Lelang”. Jika terkait ada atau tidaknya indikasi pengaturan pemenang, tentu hal ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan,” jelas Ketua Umum Indonesia Care (InCare), Andi Ilham Abidin.

Mengapa demikian, lanjutnya, karena sistem pengadaan barang dan Jasa di masa sekarang, adalah tender terbuka dan bebas bagi siapapun yang memiliki perusahaan, serta memenuhi kualifikasi yang telah di tetapkan oleh Pokja (Kelompok Kerja) masing-masing di setiap daerah.

“Namun ada beberapa hal penting pada setiap tahun, itu kami jadikan catatan dalam setiap tahun anggaran APBD, khususnya di Kota Parepare, bahwa terkadang di luar nalar jika ada beberapa paket ternyata, penawar hanya satu perusahaan yang berminat meski pesertanya banyak,“ bebernya.

Lebih lanjut Andi Ilham Abidin menyatakan, apakah memang yang lainnya tidak tertarik dan hanya sekedar masuk absen saja, kami istilahkan. Kemudian, terkait banyaknya opini yang menyeruak di berbagai kalangan, khususnya masyarakat konstruksi dan masyarakat pemerhati pembangunan di kota ini, bahwa ada segelintir orang yang mengambil peran, sering diistilahkan sebagai pembagi atau penjatah atau play maker ataupun sering disebut “Ketua kelas”.