Kinerja Pemkot Makassar Moncer di Awal Kepemimpinan MULIA, Diakui Nasional hingga Kepuasan Publik Tinggi

Ras menambahkan, keberhasilan ini juga ditopang oleh pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama,” katanya.

Capaian tersebut semakin memperkuat optimisme publik terhadap masa depan Kota Makassar. Dalam waktu singkat, fondasi kinerja pemerintahan dinilai telah terbangun kuat, baik dari sisi pelayanan publik, persepsi masyarakat, maupun pengakuan nasional.

Di sektor sosial, Makassar juga mencatat prestasi membanggakan. Berdasarkan data SETARA Institute tahun 2026, Makassar masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia dengan menempati peringkat ke-9. Capaian ini melonjak signifikan dibanding posisi sebelumnya di peringkat ke-52.

Baca Juga : Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional, Bukti Nyata Harmoni Keberagaman

Di tingkat internasional, program Revitalizing Informal Settlements and Their Environment (RISE) yang dijalankan Pemkot Makassar berhasil masuk lima besar proyek terbaik dunia pada ajang WRI Ross Center Prize for Cities di New York, April 2026.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya mengalami kemajuan, tetapi juga percepatan pembangunan yang terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutup Ras. (*)

Komentar