Mahasiswa Asal Enrekang Utara Kritik 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Enrekang

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Seratus hari pertama masa pemerintahan Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Janji-janji kampanye yang dikemas dalam slogan “Enrekang Sejahtera” dinilai belum menunjukkan arah kebijakan yang jelas.

Muhammad Sofyan, seorang mahasiswa asal Enrekang Utara, menilai bahwa 100 hari kerja bukan ajang untuk mengganti warna cat tembok atau mengganti nama slogan, tapi harus berupa tindakan nyata yang bisa membawa masyarakat Enrekang menuju kesejahteraan.

Ia menambahkan bahwa sepuluh program unggulan yang dijanjikan masih sebatas wacana dan belum ada kebijakan konkret yang menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalankan visi-misi.

Sofyan juga menyoroti pentingnya 100 hari pertama sebagai momentum peneguhan arah kepemimpinan.

Baca Juga : Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak di Enrekang

“Mestinya, ini menjadi fondasi awal yang kokoh, bukan hanya ajang pencitraan semata,” tegasnya, Senin (9/6/25).

Masyarakat saat ini menanti langkah konkret Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang, agar kepercayaan publik tidak kian tergerus.

Sofyan berharap kritik dan masukan rakyat dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan nasib Enrekang menuju kesejahteraan atau malah sebaliknya. (*)