Mahasiswa KKN UNHAS Abadikan Sejarah Desa Wanio dalam Buletin, Warga Sambut Antusias

SIDRAP, KORANMAKASSAR.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (UNHAS) berhasil merealisasikan program kerja penulisan sejarah Desa Wanio dalam bentuk buletin.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dengan penyerahan hasil pada 12 Februari 2026.

Program yang digagas oleh penanggung jawab kegiatan, Muh. Nur Meisyah Mudjwi Pratama, bertujuan untuk mendokumentasikan sejarah Desa Wanio agar dapat diakses dan dipahami oleh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga : INVE25 SIMETRIA Menggema di Makassar, Mahasiswa Matematika UNM Tampilkan Harmoni Kreativitas dan Kebersamaan

Meisyah menjelaskan, selama ini sejarah desa lebih banyak tersimpan dalam ingatan para orang tua dan belum terdokumentasi secara tertulis, sehingga sulit diakses secara luas.

“Sejarah Desa Wanio selama ini hanya diketahui oleh para orang tua. Untuk mengaksesnya cukup sulit, sehingga kami menghadirkan program ini agar seluruh masyarakat dapat mengetahui dan memahami sejarah desanya sendiri,” ujarnya.

Proses pengumpulan data dan penulisan sejarah dimulai sejak 3 Februari 2026. Dalam pelaksanaannya, tim KKN menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan waktu serta minimnya sumber tertulis.

Namun, tantangan tersebut dapat diatasi berkat dukungan masyarakat setempat yang masih menjaga tradisi lisan sebagai sumber sejarah.

Dengan mengandalkan wawancara dan penelusuran cerita dari para tokoh masyarakat, mahasiswa KKN berhasil menyusun sejarah desa dalam bentuk buletin yang informatif dan mudah dipahami.

Puncak kegiatan ditandai dengan seminar hasil sekaligus penyerahan buletin sejarah Desa Wanio pada 12 Februari 2026.

Baca Juga : Mahasiswa Kehutanan Unhas Turun Lapangan, Patroli dan Rehabilitasi Hutan di Barru

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan aparat desa yang mengapresiasi upaya mahasiswa dalam melestarikan sejarah lokal.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNHAS tidak hanya berkontribusi dalam bidang pengabdian masyarakat, tetapi juga membantu menjaga identitas dan warisan sejarah Desa Wanio agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (*)