Pemerintah Kota Makassar didorong untuk memperkuat pendekatan dialogis, menyediakan ruang usaha yang representatif, serta memberikan akses permodalan bagi pedagang terdampak.
Selain itu, KGR juga meminta pemerintah membuka ruang dialog terkait legalisasi permukiman warga miskin melalui program reforma agraria dan percepatan sertifikasi tanah.
Meski mengklaim adanya sejumlah kemajuan, KGR mengakui pelaksanaan May Day Fest 2026 masih memiliki kekurangan.
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah dan Kondusif, Pemkot Dorong Kolaborasi Buruh–Pengusaha
Mereka menyebut konsep kegiatan yang menggabungkan aksi massa dan dialog langsung sebagai pendekatan baru yang akan terus dievaluasi.
“Ini langkah awal. Jika komitmen yang lahir tidak dijalankan, kami siap kembali turun ke jalan dengan kekuatan lebih besar,” tutup Rinto.
May Day Fest 2026 di Makassar diikuti berbagai elemen, mulai dari buruh, mahasiswa, pedagang, hingga komunitas masyarakat lainnya, sebagai upaya memperkuat persatuan dalam memperjuangkan keadilan sosial. (*)

