Meskipun perbatasan Indonesia belum dibuka bagi wisatawan asing, KBRI Ankara tetap melakukan promosi pariwisata kepada publik Turki di tengah pandemi. Hal ini dilakukan agar masyarakat Turki mengetahui protokol kesehatan yang telah dipersiapkan Pemerintah Indonesia untuk menyambut era baru pariwisata Indonesia.

“Selagi di dalam negeri Pemerintah fokus memitigasi pandemi, kami memilih mulai mempersiapkan pembukaan kembali melalui berbagai upaya promosi. Sehingga pada saatnya tiba, Indonesia sudah ada di dalam radar pelancong Turki. Selain melalui pameran ini, KBRI Ankara juga memanfaatkan influencers dan media sosial untuk melakukan promosi”, papar Raditya Aji, Sekretaris III Fungsi Sosial Budaya yang menangani berbagai upaya promosi pariwisata dan kerjasama sosial budaya di KBRI Ankara.
Sebelumnya KBRI juga telah mengirimkan influencers sosial media Turki ke Indonesia pada bulan November 2020. Hasil kunjungan tersebut telah dilihat oleh 4 juta viewers.
baca juga : KBRI Kuala Lumpur Bersama AOMI Fasilitasi Pemulangan 166 Pekerja Migran Indonesia
Dalam pameran ini, KBRI mempersiapkan booth virtual yang menyajikan konten-konten digital pariwisata Indonesia bagi para pengunjung. KBRI telah menyampaikan country presentation dalam forum utama pameran dan mendiseminasikan persiapan protokol kesehatan CHSE di Indonesia dan hasil familiarization trip bagi influencers Turki di tahun 2019 dan 2020.
Booth Indonesia dapat diakses melalui https://ttidigital.izfas.com.tr/tr.
Pameran Travel Turkey Izmir Digital Fair ini adalah pameran pariwisata internasional pertama yang diselenggarakan secara virtual di Turki. Pameran diselenggarakan atas kerjasama Imir Fair Services Cultural and Art Affairs Trade Inc (IZFAS), TURSAB, Pemerintah Daerah Izmir, dan Kementerian Budaya dan Pariwisata Turki. (*)

