MAKASSAR, KORANMAKASSAR.com — Pengprov PERTINA Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada awal November 2026 untuk memilih kepengurusan periode 2026–2030.
Persiapan Musprov dimatangkan melalui rapat pleno yang digelar di Sekretariat Pengprov PERTINA Sulsel, Lt. 2 Marina Beach Hotel, Makassar, dipimpin Ketua Pengprov PERTINA Sulsel Harpen Reza Ali.
Dalam rapat tersebut dibentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Steering Committee (SC), serta Organizing Committee (OC). Proses penjaringan bakal calon ketua dijadwalkan berlangsung 5–12 Oktober 2026, dilanjutkan verifikasi 13–14 Oktober, masa sanggah 15–17 Oktober, dan penetapan calon pada 18 Oktober.
Sekretaris Pengprov PERTINA Sulsel, Sri Syahril, mengatakan proses pencalonan terbuka bagi figur yang memiliki komitmen nyata untuk memajukan tinju Sulsel.
Menurutnya, calon ketua tidak cukup hanya bermodal status dan rekam jejak organisasi. Mereka juga harus siap mencurahkan waktu, tenaga, serta memiliki kemampuan finansial untuk mendukung pembinaan atlet.
“Jangan hanya menjadikan jabatan sebagai pelengkap curriculum vitae. Yang dibutuhkan adalah orang yang benar-benar siap berkorban untuk kemajuan tinju Sulsel,” tegas Sri.
Para calon yang lolos verifikasi selanjutnya diberi kesempatan melakukan sosialisasi dan kampanye pada 19–22 Oktober sebelum pelaksanaan Musprov.
Musprov ini sekaligus menjadi momentum berakhirnya masa kepengurusan Harpen Reza Ali yang telah memimpin PERTINA Sulsel sejak periode sebelumnya.
Di bawah kepemimpinannya, PERTINA Sulsel mencatat sejumlah prestasi. Sebanyak 12 atlet berhasil lolos ke PON XXI Aceh-Sumut 2024, jumlah terbesar dalam sejarah keikutsertaan tinju Sulsel di PON. Tim tinju Sulsel juga meraih enam medali, termasuk emas melalui Josua Holy Masihor di kelas 54 kilogram.
baca juga : Pertina Sulsel Kirim Tiga Petinju Ikut Seleknas SEA Games 2025
Prestasi tersebut berlanjut di tingkat internasional. Josua Holy Masihor meraih medali emas pada Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia. Atlet tinju Sulsel juga dua kali mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia, masing-masing di Uzbekistan pada 2023 dan Dubai pada 2025.
Namun, Sri menyebut capaian tersebut tidak lepas dari perjuangan dan dukungan mandiri selama kepengurusan Harpen. Termasuk penyelenggaraan Pra-PON 2023 dan berbagai Kejurprov.
Ia juga menyoroti minimnya dukungan anggaran dari Pemprov Sulsel terhadap pembinaan tinju selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Sri, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan PERTINA ke depan. Karena itu, calon ketua diwajibkan memiliki visi-misi yang jelas, dukungan minimal 10 Pengkab/Pengkot, serta kesiapan finansial dan komitmen kuat dalam membangun prestasi tinju Sulsel.
“PERTINA membutuhkan pemimpin yang tidak hanya siap memimpin di atas kertas, tetapi juga siap bekerja dan berkorban demi atlet dan prestasi Sulsel,” pungkasnya. (*)


Komentar