Pembangunan Stadion Untia Berproses, Pemkot Makassar Target Tetapkan Pemenang Tender September 2026

Dikatakan, pengawasan menjadi hal penting karena stadion merupakan bangunan dengan standar teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan bangunan biasa.

“Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan,” ujarnya.

“Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada aturan-aturan, standarisasi, dan berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi,” sambungnya.

Munafri mengungkapkan pembangunan stadion Untia tidak hanya ditujukan sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di Untia.

Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan grand design pengembangan kawasan agar pembangunan stadion terintegrasi dengan potensi wilayah di sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran stadion diharapkan mampu menarik minat investor maupun pengembang properti untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Baca Juga : Menag dan Wali Kota Canangkan Gerbang Moderasi di Makassar

“Jadi nanti kita bikin grand design-nya. Pemerintah membuat trigger-nya. Setelah stadion hadir, kita berharap developer maupun perusahaan-perusahaan properti bisa memanfaatkan potensi keramaian yang muncul dari stadion itu,” tuturnya.

Stadion Untia nantinya dirancang memiliki kapasitas sekitar 16.000 hingga 17.000 penonton, sehingga diharapkan mampu menjadi stadion representatif untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga maupun event berskala nasional di Kota Makassar.

Ia menilai kawasan Untia memiliki berbagai potensi pendukung, mulai dari kedekatan dengan kawasan pesisir, fasilitas pemerintah, Pelabuhan Perikanan Untia, hingga kawasan hutan mangrove.

Appi juga memastikan pembangunan Stadion Untia sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar.

“Skemanya APBD,” tutup Appi.

Sedangkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan proses tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menghadirkan stadion representatif yang mampu mendukung pengembangan olahraga sekaligus menjadi ikon baru Kota Makassar.