Proses Pengerjaan dan Penggantian Pesawat
Setelah dilakukan pengecekan pada area kargo pesawat, ditemukan perbaikan yang membutuhkan waktu signifikan dan tidak dapat dikerjakan secara cepat dan instan.
Lion Air memutuskan untuk mendatangkan pesawat pengganti yaitu Boeing 737-800NG registrasi PK-LJW dari Jakarta. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa penerbangan dioperasikan secara aman dan nyaman.
Pengiriman pesawat pengganti membutuhkan waktu (proses) yang cukup signifikan, langkah alternatif ini bertujuan memastikan bahwa pesawat yang digunakan pada penerbangan selanjutnya dalam keadaan baik dan aman (prima).
Setelah pesawat pengganti tiba, Lion Air menjalankan persiapan dan prosedur boarding kembali, termasuk pengecekan ulang pesawat, pemeriksaan dokumen dan prosedur keselamatan lainnya sebelum keberangkatan.
Lion Air sudah menerbangkan kembali penerbangan JT-142 pukul 14.25 WIB dari Bandar Udara Depati Amir dan dijadwalkan mendarat pukul 15.10 WIB di Bandar Udara HAS Hanandjoedin.
Kendala Cuaca Kurang Baik
Kondisi cuaca yang kurang baik dengan jarak pandang yang pendek di Tanjung Pandan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan. Dalam kondisi tersebut, keputusan pilot untuk kembali ke Pangkalpinang (return to base/ RTB) setelah mencoba melakukan pendaratan di Tanjung Pandan adalah tindakan yang tepat dan berdasarkan protokol keselamatan penerbangan.
Setelah pesawat mendarat kembali di Pangkalpinang pukul 15.50 WIB, Lion Air melakukan pengecekan dan koordinasi kepada pihak pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara dan lainnya yang terkait sebelum penerbangan selanjutnya.
Penumpang diberikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terbaru, serta diberikan instruksi yang perlu diikuti.
Berdasarkan informasi bahwa bandar udara tujuan aman untuk proses penerbangan, Lion Air kembali terbang dari Pangkalpinang pukul 16.50 WIB dan mendarat di Bandar Udara HAS Hanandjoedin Tanjung Pandan pukul 17.20 WIB. (*)

