Pengembangan TBBM Maumere yang dimulai pada pertengahan tahun 2025 dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan operasi khususnya pada area NTT NTB dan sekitarnya.
Selanjutnya perusahaan juga berhasil melaksanakan commisioning untuk pekerjaan Pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1 yang bertujuan untuk meningkatkan kehandalan penyaluran di area kalimantan dan sekitarnya.
Program Subsidi Tepat BBM dan LPG terus diperkuat melalui integrasi sistem digital sehingga penyaluran subsidi semakin akurat, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola distribusi energi nasional melalui implementasi Program Subsidi Tepat yang telah diterapkan di 513 kabupaten/kota.
Baca Juga : Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina
Sejalan dengan agenda transisi energi nasional, Pertamina Patra Niaga terus memperluas pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Hingga 2025, layanan Pertamax Green 95 telah tersedia di 180 SPBU dan akan terus diperluas untuk memberikan pilihan energi yang lebih rendah emisi bagi masyarakat.
Pengembangan bioenergi, termasuk dukungan terhadap Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur), menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung target transisi energi nasional dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Dalam aspek sosial, Pertamina Patra Niaga terus menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan UMKM.
Program-program tersebut dirancang untuk menciptakan manfaat berkelanjutan dan mendukung pembangunan daerah di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sebagai perusahaan distribusi dan perdagangan energi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” tutup Roberth. (*)


Komentar