MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — RSUD Massenrempulu (Maspul) Kabupaten Enrekang menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai rumah sakit dengan tingkat penggunaan atau belanja alat kesehatan dalam negeri melalui sistem e-katalog tertinggi di Regional Sulawesi Selatan pada Tahun Anggaran 2025.
Penghargaan bergengsi tersebut diumumkan dalam ajang Pameran dan Business Matching Peningkatan Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan di Four Points by Sheraton Makassar, pada 9–10 Juni 2026.
Direktur RSUD Massenrempulu, drg. Rahmad Ritangga, Sp.B., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam mendukung kebijakan pemerintah yang mengutamakan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri melalui sistem e-katalog.
Baca Juga : Setelah 10 Tahun Mangkrak, Lift RSUD Massenrempulu Enrekang Kembali Beroperasi
Ia menegaskan, RSUD Massenrempulu akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan produk-produk dalam negeri yang memiliki mutu dan daya saing tinggi.
Sementara itu, Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangga mengaku bangga atas prestasi yang diraih RSUD Massenrempulu.
Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa rumah sakit daerah mampu berkontribusi dalam mendukung penguatan industri alat kesehatan nasional sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Baca Juga : FBH Massenrempulu Gelar Diklat Paralegal se-Enrekang, Siapkan Garda Terdepan Pelayanan Hukum Desa/Kelurahan
Senada dengan itu, Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang menyebut penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Ia berharap keberhasilan RSUD Massenrempulu dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya di Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan pameran dan business matching ini, Kementerian Kesehatan mendorong optimalisasi penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri di berbagai fasilitas layanan kesehatan sebagai upaya memperkuat industri nasional, meningkatkan kemandirian sektor kesehatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. (fungfi)


Komentar