Sambut Akademisi Kelautan Dunia, Wali Kota Makassar Perkuat Kolaborasi Lewat Gala Dinner

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjamu akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara dalam Gala Dinner rangkaian The 13th National and 9th International Symposium on Marine and Fisheries yang berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu malam (20/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut menempatkan Makassar sebagai tuan rumah pertemuan ilmiah berskala internasional di bidang kelautan dan perikanan.

Gala dinner menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan kalangan akademisi.

Baca Juga ; Resmikan PadelHood, Wali Kota Munafri Dorong Gaya Hidup Sehat dan Investasi Olahraga di Makassar

Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi Unhas, khususnya Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, yang telah menghadirkan forum internasional tersebut di Makassar.

Ia menyatakan kebanggaannya dapat menyambut para peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri.

Menurut Appi, Makassar sebagai kota pesisir memiliki tantangan dan potensi besar di sektor kelautan sehingga membutuhkan dukungan riset dan kajian akademik untuk menghasilkan solusi yang tepat bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah.

“Kota Makassar berhadapan langsung dengan laut. Banyak persoalan yang membutuhkan dukungan kajian akademik untuk menemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ajak Da’i Jadi Pemersatu Umat dan Solusi Sosial di Era Digital

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas dukungan dan sambutan yang diberikan kepada seluruh peserta simposium.

Ia berharap forum tersebut melahirkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, Makassar tidak hanya menjadi pusat pertemuan ilmiah dunia, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai kota maritim yang terbuka terhadap kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. (*)

Komentar