oleh

Selamat Jalan Bapak Abdul Wahab, Sosok Dibalik Lahirnya Sekian Pemimpin Dari Sulselbar

KORANMAKASSAR.COM — Siapapun, pernah bergelut di organisasi kepemudaan. Pemimpin dari Sulselbar — nyaris tak ada yang lepas — dulunya diurusi Pak Wahab yang siang tadi, menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ila arwahu, al Fatihah.

Misal di antaranya, mantan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar. Mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Agus Arifin Nu’mang. Banyak Bupati, pejabat eksekutif lainnya, serta legislator, lokal dan nasional. Bahkan, sekelas mantan Menkumham RI, Andi Mattalatta dan Hamid Awaludin, sekalipun itu.

Alih-alih, siapakah sosok Pak Wahab itu?

Dia bukan siapa-siapa. Bukan orang penting, namun, sosoknya melekat di diri banyak tokoh dan pejabat penting. Sejak 1987 – setahun setelah saya meninggalkan bangku SMA – ia telah berkantor di DPD KNPI Sulsel, yang sekian kali berpindah tempat di Makassar. Bukan pengurus, tapi Kepala Sekretariat.

Hingga akhir hayatnya, 35 tahun — menghabiskan setengah usianya — mengurusi organisasi kepemudaan. Sejak KNPI Kota Makassar, lalu KNPI Sulsel, sejak era Ketua Andi Mattalatta, Ibnu Munzir, Niniek Lantara, Izkandar Latief, Jaya Sose, Arfandy Idris, Haris Yasin Limpo, Ilham Azikin, Jamal Syamsir, Mizar Roem, Imran Eka, hingga era “dualisme” Nurkanita Ashabul Kahfi dan Arham Basmin, saat ini.

Terbayang, betapa tangguhnya mentalitas Pak Wahab. Mengurusi anak-anak muda – silih berganti periodisasi — tak hanya beragam kehendak, sikap, prilaku serta idiologi, tapi juga “kenakalan-kenakalan” orang muda dengan nama besar di belakangnya.

Di masa awal, mengurusi anak muda sebaya dirinya. Belakangan, sebaya anak-anaknya sendiri. Bahkan, ada diurusi dua generasi. Dulu ayahnya, belakangan anaknya. Dua-duanya, kelak jadi Bupati.

Pak Wahab, penganut “follow your passion”. Menunai tugas, penuh hasrat dan gairah. Di ruang ICU – sehari sebelum wafat – sekalipun itu, masih juga membisiki istrinya, kerisauannya soal program KNPI di waktu dekat.

Honor bulanan diterima tak seberapa, seringkali ngadat, tapi tugas ditunai penuh sukacita. Banyak mantan pengurus KNPI yang telah sukses, sekian kali menawari posisi penting di kantor pemerintahan dan swasta. Dijanji honor besar, selalu ditampik. “Cukup, saya mengurusi anak-anak muda di KNPI saja!”.

baca juga : Rawat Silaturahmi, Alumni KNPI Sulsel Gelar Touring Road To Pangkep

Demikianlah Pak Wahab, bersahaja dan telaten. Saya sedikit tau sikap pribadinya, kala dulu Periode 2000-2003, saya menjabat Sekretaris, dan dirinya Kepala Sekretariat, kami bersama-sama mengurusi administrasi dan sekretariat KNPI Sulsel.

Selamat jalan Pak Wahab… abdimu setengah perjalanan usiamu, pupus hanya mengawal sekretariat KNPI Sulsel. Mewaris, melekat di sanubari banyak pemimpin. Semoga kesemua-semua itu, amal jariyah bagimu selama berada di muka bumi. Amiin!

Penulis Armin Mustamin Toputiri, SH ( Mantan Sekretaris DPD KNPI SulSel periode 2000-2003 dan mantan Anggota DPRD Sulsel dua periode )