GOWA, KORANMAKASSAR.COM — Pengurus Harian LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) menutup Sidang Pleno Pengurus Harian Periode 2025–2026 di kawasan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengusung tema “Refleksi dan Optimalisasi Kinerja Kepengurusan dalam Mewujudkan Lembaga yang Adaptif dan Solutif.” Sidang pleno menjadi ruang evaluasi kinerja setengah periode sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut untuk memperkuat kinerja dan keharmonisan organisasi.
Pendamping LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026, Athaillah Hasyim, secara resmi menutup kegiatan sekaligus mengapresiasi pengurus harian, panitia, alumni, dan seluruh elemen Penalaran UNM yang telah berkontribusi dalam menjalankan roda organisasi.
Ia berharap hasil evaluasi dan berbagai pandangan yang muncul selama sidang dapat diterapkan secara nyata demi kemajuan lembaga.
Baca Juga : Pleno LPM Penalaran UNM Digelar, Fokus Evaluasi dan Optimalisasi Kinerja Pengurus
Athaillah juga mengaku bangga dapat kembali terlibat dalam kegiatan pleno, sekaligus mengenang pengalamannya sebagai Ketua Panitia Pleno Pengurus Harian LPM Penalaran UNM pada periode 2022, 2023, dan 2024.
“Saya melihat masa depan elemen Penalaran UNM bisa menjadi lebih cerah. Ini merupakan optimisme dan kebanggaan bagi kami selaku alumni yang sama-sama mencintai lembaga ini,” ungkapnya.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026, Muhammad Ammar Latif, mengatakan sidang pleno menjadi ruang untuk menyampaikan dinamika, kritik, dan gagasan sebagai bentuk kepedulian terhadap lembaga.
Baca Juga : LPM Penalaran UNM Kukuhkan 46 Anggota Baru
“Dinamika, kritik, dan gagasan dalam sidang pleno ini adalah bukti kecintaan kita terhadap LPM Penalaran UNM untuk berbenah di setengah periode. Evaluasi ini berfokus pada kinerja, bukan personal, sehingga seluruh catatan sidang menjadi tanggung jawab bersama untuk diperbaiki,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rahmat Anugrah Al Giffari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama pelaksanaan sidang yang menjadi bahan evaluasi bersama. Ia berharap seluruh hasil sidang dan rekomendasi yang disepakati dapat menjadi pijakan dalam menjalankan amanah organisasi serta membawa LPM Penalaran UNM ke arah yang lebih baik. (*)

