MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Nama Prof. DR. dr. Warsinggih, SpB, SubSp BD(K), M.Kes, MH.Kes dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan.
Rekam jejaknya yang kuat sebagai akademisi, profesional di bidang kesehatan, sekaligus mantan atlet bulutangkis berprestasi menjadi alasan utama dukungan tersebut.
Prof Warsinggih merupakan Guru Besar Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan status kepegawaian sebagai dosen tetap. Ia lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1962, dan telah menempuh pendidikan panjang serta prestisius di bidang kedokteran, kesehatan, hingga hukum kesehatan.

Riwayat pendidikannya dimulai dari SD (1974), SMP (1977) di Jawa Tengah, dan SMA di Makassar (1981). Ia kemudian menyelesaikan S1 Fakultas Kedokteran Unhas, meraih Spesialis Bedah pada 2002, Subspesialis Bedah Digestif pada 2007, Magister Kesehatan pada 2014, Doktor Ilmu Kedokteran pada 2012, hingga Magister Hukum Kesehatan Fakultas Hukum Unhas pada 2025.
Selain kiprah akademik dan profesional, Prof Warsinggih memiliki latar belakang kuat di dunia olahraga, khususnya bulutangkis. Sejak usia sekolah, ia telah menorehkan prestasi, di antaranya juara bulutangkis tingkat SD, SMP, SMA, serta Juara 1 Tunggal Putra se-Sulawesi Selatan pada 1980. Hingga kini, ia masih aktif bermain bulutangkis.
Di tingkat organisasi, Prof Warsinggih pernah menjabat Ketua PBSI Kabupaten Bantaeng periode 2002–2005, pengurus PBSI Sulawesi Selatan, serta Ketua PB Unhas Pro, menunjukkan pengalamannya dalam pembinaan dan manajemen olahraga.
Sejumlah pihak menilai, ada beberapa alasan kuat mengapa Prof Warsinggih dibutuhkan di PBSI Sulsel. Pertama, ia memahami betul cabang olahraga yang dipimpinnya karena merupakan mantan atlet.
Kedua, dengan kondisi ekonomi yang mapan, ia dinilai dapat memimpin secara independen dan fokus pada kemajuan organisasi, bukan kepentingan pribadi.
Ketiga, Prof Warsinggih telah memiliki sarana dan prasarana bulutangkis yang memadai, sehingga ke depan pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda) tidak akan menjadi beban biaya bagi PBSI Sulsel.
Keempat, ia memiliki misi besar untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Sulawesi Selatan, seperti era ketika atlet Sulsel rutin menembus Pelatnas.
baca juga : Wali Kota Cup Open 2025 Resmi Bergulir: Ratusan Atlet Bulutangkis Adu Prestasi di Makassar
Selain itu, ia juga berkomitmen untuk mengaktifkan kembali kejuaraan bulutangkis di daerah-daerah, guna melahirkan bibit atlet potensial yang dapat dibina di Pelatda hingga ke tingkat nasional.
Bahkan, Prof Warsinggih ingin membuktikan bahwa PBSI Sulsel mampu menggelar turnamen dengan pendanaan mandiri, tanpa selalu bergantung pada pihak eksternal.
Dengan latar belakang akademik yang kuat, pengalaman organisasi, serta dedikasi panjang di dunia bulutangkis, Prof Warsinggih dinilai sebagai figur yang mampu membawa perubahan dan kebangkitan bulutangkis Sulawesi Selatan ke arah yang lebih profesional dan berprestasi. (*)

