Untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemkot Makassar terus mengembangkan program Makassar Creative Hub (MCH) sebagai ruang peningkatan keterampilan dan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.
“Program MCH memberi ruang untuk upgrading skill dan scaling kemampuan,” ujarnya.
Pada 2026, Pemkot menargetkan hadirnya empat ruang kreatif baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, sebagai upaya membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kreatif.
Di sisi lain, Munafri juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja birokrasi. Saat ini, Indeks Reformasi Birokrasi Makassar berada di angka 69. Ia menekankan perlunya penguatan koordinasi agar ritme kerja pemerintahan lebih harmonis.
Baca Juga : Tanpa Petasan dan Konvoi, Wali Kota Makassar Minta Warga Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Empati
“Masih ada nada sumbang. Tugas saya memastikan semuanya menjadi satu harmoni,” tegasnya.
Pada sektor pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah, serta memberikan perhatian khusus bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.
“Program ini bukan untuk pencitraan. Yang kami lakukan adalah menghilangkan beban masyarakat sesuai kemampuan fiskal daerah,” pungkas Munafri. (*)

