Wakili Indonesia Timur di Forum Nasional, Nurul Husna Tegaskan Pesantren Harus Bebas Kekerasan Seksual

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Pengasuh Pondok Pesantren MDIA Bontoala Makassar, Nurul Husna Al Fayanah, mewakili Indonesia Timur dalam Temu Nasional Anti Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren yang digelar Perempuan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Mercure Jakarta, 18–19 Mei 2026.

Dalam forum nasional tersebut, Nurul Husna menegaskan bahwa pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

“Pesantren adalah ruang suci pembentukan akhlak. Maka tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi kekerasan seksual. Kita harus memastikan setiap santri merasa aman, didengar, dan dilindungi,” tegasnya.

Nurul yang juga Ketua Fatayat NU Makassar menilai masih terdapat sejumlah tantangan di lingkungan pesantren, mulai dari relasi kuasa yang tidak seimbang, lemahnya pengawasan, hingga minimnya sistem pengaduan yang aman bagi korban.

Baca Juga : Wamenag Tegas: Keselamatan Santri Tak Bisa Ditawar

Menurutnya, pesantren tidak hanya dituntut unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga harus mampu menghadirkan sistem perlindungan santri yang kuat dan berkeadilan.

Ia menekankan pentingnya edukasi perlindungan anak, pembentukan mekanisme pelaporan yang aman, pengawasan yang transparan, serta penegakan hukum tanpa menutup-nutupi kasus dengan alasan menjaga nama baik lembaga.

Nurul juga menyoroti tantangan di kawasan Indonesia Timur, khususnya terkait akses edukasi, penguatan regulasi, dan sistem pengawasan.

Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, PKB turut menginisiasi penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Pesantren Anti Kejahatan Seksual yang melibatkan unsur pesantren, pemerintah, DPR RI, dan aparat penegak hukum.

Baca Juga : Delapan Santri Diduga Keracunan Makanan MBG, Dinkes Pinrang Temukan Bakteri pada Ayam dan Sistem Pendingin Tak Standar

Penandatanganan disaksikan langsung Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, perwakilan Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, serta Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang.

Adapun perwakilan pesantren yang menandatangani komitmen tersebut berasal dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Nurul Husna Al Fayanah yang mewakili kawasan Indonesia Timur.

Gus Muhaimin menegaskan bahwa pesantren harus menjadi tempat paling aman bagi santri untuk belajar dan membangun masa depan.

“Ini adalah ikhtiar bersama menjaga marwah pesantren dan kepercayaan umat,” ujarnya. (*)

Komentar