Ia mengakui bahwa hingga kini belum seluruh koperasi di 153 kelurahan beroperasi optimal. Karena itu, percepatan operasional menjadi keharusan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
Menutup sambutannya, Munafri berharap High Level Meeting ini menghasilkan rekomendasi konkret dan siap dieksekusi.
“Mari bersama mewujudkan Kota Makassar yang maju, mandiri, dan berdaya saing melalui Koperasi Merah Putih demi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyampaikan bahwa High Level Meeting ini menjadi forum strategis dalam memperkuat kelembagaan dan pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Arlin mengungkapkan, dari 153 koperasi kelurahan yang telah dibentuk, 125 koperasi telah memiliki gerai, baik kantor maupun gerai usaha. Sebanyak 25 koperasi di antaranya telah mengelola gerai sembako dan mini bag di berbagai kelurahan.
Selain itu, sinergi dengan BUMN juga terus diperkuat, salah satunya melalui kerja sama dengan PT Pertamina, yang telah bermitra dengan dua koperasi kelurahan sebagai sub-pangkalan LPG.
Baca Juga ; Wisata Makassar Tumbuh Dua Digit, Kunjungan Wisnus 2025 Diproyeksi Tembus 6,18 Juta
“Ini contoh konkret kolaborasi koperasi, BUMN, dan pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelas Arlin.
Ia menambahkan, output dari kegiatan ini adalah tersusunnya rencana aksi kolaboratif penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih tahun 2026, khususnya pada triwulan pertama.
“Sesuai arahan pemerintah pusat, kami menargetkan akhir Maret 2026 seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih di Makassar dapat beroperasi secara optimal,” tutupnya. (*)

