“Keluar masuk lorong, bertemu tokoh-tokoh masyarakat adalah Bapak H. Bachtiar. Beliau yang memperkenalkan saya, dan itu berlangsung di seluruh kontestasi yang saya ikuti,” lanjut Appi.
Lebih lanjut, mantan Bos PSM itu pun bersyukur cita-cita yang mereka perjuangkan bersama akhirnya terwujud pada Pilkada 2024, meski almarhum telah berpulang duluan.
“Atas perjuangan bersama, apa yang menjadi cita-cita kita bersama terwujud pada tahun 2024 lalu, meskipun Haji Bachtiar insyaallah menyaksikannya dari alam yang berbeda dengan kita sekarang,” ucapnya penuh haru.
Munafri juga mengenang almarhum sebagai sosok kepala keluarga yang penuh tanggung jawab, ulet, dan pekerja keras dalam membangun usaha demi keluarga.
Dia katakan, sangat terkesan dengan kehidupan almarhum yang begitu sayang kepada keluarga, mendidik anak-anaknya dengan sangat baik.
Dia mengenal almarhum, adalah kepala keluarga yang sangat ulet mencari nafkah. Dengan kemampuan yang beliau miliki, beliau bisa membangun entitas bisnis yang luar biasa.
Dalam dunia usaha, lanjut Munafri, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan solutif.
Bahkan, kata Appi, almarhum kerap mengganti pembayaran dengan berbagai cara, menunjukkan keikhlasan dan keluwesan dalam berusaha.
“Inilah sosok H. Bachtiar yang insya Allah kepribadiannya menurun kepada putra-putri beliau,” tambahnya.
Yang paling membekas bagi Munafri, almarhum H. Bachtiar tidak pernah memperjuangkan kepentingan pribadi, melainkan selalu memikirkan kepentingan masyarakat.
Baca Juga : Resmikan AMP di KIMA, Wali Kota Munafri: Proyek Infrastruktur Makassar Tetap Lewat Lelang Terbuka
Lanjut dia, almarhum tidak pernah bicara untuk dirinya sendiri, selalu bicara untuk kepentingan masyarakat. Cita-cita terakhir yang saya ingat adalah bagaimana masjid dibangun dengan segala upaya.
Selain itu, Munafri juga mengenang kebiasaan almarhum yang hampir setiap tahun melaksanakan ibadah umrah sebagai wujud kesederhanaan dan ketakwaan.
“Saya tetap mengenang sosok H. Bachtiar yang begitu bersahaja. Sampai hari ini saya masih merasakan kehadiran beliau. Setiap saya berkunjung ke wilayah utara Kota Makassar, selalu ada satu tempat yang saya rasa harus saya datangi, yaitu bertemu keluarga beliau, karena beliaulah salah satu pembuka jalan dalam hidup saya,” tutup Munafri. (*)

