Sementara pintu air di blok X Perumahan Antang menuju Kampung Romang Tangngayya juga masih aman terkendali. Sungai Biring Jene saat ini disebut masih normal dan aman terkendali.
“Personel kami sudah terdistribusi, jumlahnya menyesuaikan kondisi. Kami juga dibantu oleh potensi lain seperti OPD terkait, seperti Damkar, Dinsos, Diskes, SAR, Brimob, Basarnas, TNI/Polri,” tambahnya.
Potensi banjir bisa terjadi jika kondisi hujan dengan intensitas sedang atau tinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut. Atau bisa juga terjadi jika intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut disertasi pasang air laut. Begitu juga jika intensitas hujan di wilayah Makassar seperti Gowa dan Maros cukup tinggi. Serta kondisi drainase yang buruk alias tidak mengalir secara maksimal.
baca juga : Intensitas Hujan Meninggi, Walikota Makassar Turun Langsung Pastikan Paccerakkang Tidak Tergenang
“Tapi kalau hujan berhenti, air juga cepat surut, selain banjir, kami meminta warga untuk mewaspadai angin kencang. Begitupun untuk warga pesisir dan nelayan diminta untuk mewaspadai gelombang tinggi”, himbau Hendra.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku sudah menginstruksikan seluruh OPD, lurah, dan camat untuk melaksanakan prosedur siaga bencana. Termasuk memantau kecepatan angin dan air laut mulai 5-7 Desember.
“Kita sudah memasuki puncak musim hujan. Cuaca mulai ekstrem. Semua lini, khususnya stakeholder terkait harus waspada dan siaga untuk bekerja cepat,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Makassar ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Makassar agar bersiaga jika terjadi hujan lebat pada pukul 16.00 Wita sampai jam 04.00 Wita dini hari, terkhusus di kawasan banjir. Jika hujan terjadi lebih dari enam jam, maka Makassar sudah masuk siaga satu banjir. (*)

