Wujudkan Pengembangan UMKM Menuju Pasar Modern dan Terintegrasi Digital

Di luar lembaga keuangan perbankan, lembaga-lembaga keuangan mikro perlu dioptimalkan perannya sehingga benar-benar mampu menjangkau masyarakat dan pelaku UMKM yang paling miskin. Karenanya keberadaan koperasi, Badan Usaha Milik Desa perlu lebih diberdayakan untuk berperan dalam pengembangan UMKM.

Hal penting yang harus dilakukan adalah bagaimana mendorong ekosistem pengembangan UMKM yang lebih baik. Selama ini pola-pola pengembangan UMKM yang dilakukan masih parsial dan integrasi di antara stakeholders masih lemah. Implikasinya banyak kebijakan-kebijakan yang seringkali tidak konsisten dan tumpang tindih. Jika ini tidak dibenahi, sampai kapan pun perkembangan UMKM hanya akan berjalan statis dan tidak akan segera naik kelas.

Oleh karena itu, perlu ada sinkronisasi kebijakan UMKM baik di level atas maupun di level Desa/kelurahan misalnya dengan melakukan pendataan UMKM rintisan dan pengembangan. Dukungan ekosistem pengembangan UMKM harus terus didorong dengan memperkuat dukungan kebijakan dan regulasi, infrastruktur dan jejaring kemitraan.

Berbagai strategi tersebut perlu dilakukan secara konsisten sehingga daya tahan UMKM dapat terus diperkuat. Kebijakan-kebijakan yang ada seyogianya harus mampu memperkuat potensi yang dimiliki UMKM dan bukannya memperlemah. Modal sosial, semangat solidaritas sosial dan kegotongroyongan yang tinggi, kemampuan fleksibilitas yang baik adalah merupakan potensi UMKM yang dapat menjadi benteng dari dampak bencana maupun ancaman resesi global.

baca juga : Tinjau Inkubator UMKM, Walikota Makassar Dorong Masifkan Sosialisasi Lewat Konter

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kelompok 23 di Kantor Lurah Pabundukang Polongbangkeng Selatan Takalar dihadapan Bapak/Ibu peserta sosialisasi yang sebagian besar dihadiri Tokoh Masyarakat dan pelaku UMKM Kelurahan Pa’bundukang, jumat (

Hadir dalam kegiatan tersebut Jamaluddin yang mewakili Camat Polongbangkeng Selatan, Muh. Basir yang mewakili Lurah Pabundukang dan Dosen Perguruan Tinggi Swasta yang tergabung dalam kelompok 23 PKM Adpertisi diantaranya Hasrullah Liong, S.E., M.Si, Saharuddin, S.E., M.M, Marhaeni Sabil, S.Pd., M.Pd Menyampaikan materi terkait Strategi Pengembangan Produk UMKM dan Jejaring Kemitraan dan kolaboratif dengan pemerintah, perbankan maupun pihak swasta. Nur Fajri Irfan, BBA., MEI, Ardaningsih Daing, S.S., MA menyampaikan materi terkait Teknis pembuatan logo dan merek produk melalui aplikasi serta strategi UMKM menuju pasar Modern. Siti Hartini Rachman, S.E., M.M, Tri Desy Lestari, S.Kom., M.M, Andi Putri Tenriyola, S.E., M.M, Nur Arini Susanti, S.E., M.Ak menyampaikan materi terkait pemasaran Digital dan pencatatan keuangan berbasis digital.