MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar terus mematangkan arah pembangunan tahun 2026 dengan mengedepankan program strategis yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Fokus utama diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Komitmen tersebut tercermin dari tingginya partisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Tercatat sebanyak 2.181 usulan masuk dalam sistem perencanaan, terdiri atas 1.194 usulan Daftar Kegiatan Lingkungan (Dakel) dan 987 usulan sektoral.
Selain itu, terdapat 795 usulan hasil integrasi Dakel dan sektoral yang kini dalam tahap sinkronisasi dan penajaman prioritas.

Hal itu mengemuka dalam Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar Bappeda Kota Makassar di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (12/2/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada soliditas internal birokrasi.
Ia mengingatkan adanya potensi praktik “deep state” dan ego sektoral yang dapat menghambat jalannya program prioritas.
Menurutnya, praktik transaksional dalam pengadaan barang dan jasa serta kepentingan kelompok tertentu menjadi alarm serius yang harus dibenahi.
Ia menegaskan akan melakukan pengawasan ketat, termasuk cross check langsung dan melibatkan unsur non-pemerintah.
“Jangan membangun kerajaan-kerajaan sendiri. Program harus tepat sasaran, tepat waktu, dan efisien,” tegasnya.
baca juga : Wamendagri Apresiasi Gebrakan Wali Kota Munafri Ditahun Pertama Pimpin Makassar
Munafri juga mendorong percepatan digitalisasi sistem pemerintahan guna memperkuat transparansi dan integritas, sekaligus mencegah double budgeting antarperangkat daerah.
Ia meminta target pendapatan tidak disusun terlalu rendah demi kepentingan insentif semata.
Selain tata kelola, isu kebersihan menjadi perhatian serius. Program “Jumat Bersih” diwajibkan hingga tingkat RT setiap pekan, disertai penataan taman kota, penertiban spanduk dan baliho, serta larangan iklan rokok di kawasan jantung kota.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan pentingnya sinkronisasi seluruh perangkat daerah agar bergerak dalam satu visi pembangunan.

